Berita

Pengamat politik Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Fasya/Istimewa

Politik

Pengamat: Jangan Kacaukan Konsentrasi Pj Gubernur Aceh untuk Maju Pilkada

MINGGU, 07 JULI 2024 | 00:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Masuknya nama Bustami Hamzah dalam survei dan radar Partai Nasdem sebagai calon Gubernur Aceh mendapat kritikan publik.  

Pengamat Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Fasya, bahkan berharap partai politik (parpol) tidak mengganggu konsentrasi Bustami yang saat ini masih mengemban tugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh.

"Supaya Pak Bustami ini fokus menjalankan tugasnya. Jangan kacaukan penjabat untuk maju Pilkada, jangan digoda juga," ucap Kemal Fasya, dikutip RMOLAceh, Sabtu (6/7).


Kemal menuturkan, usai Bustami ditetapkan menjadi Pj Gubernur Aceh, terdapat sejumlah kebijakan kontroversial yang ditetapkan. Sehingga pemilihan Bustami bukan salah satu bentuk taktis bagi Parpol dalam menghadapi Pilgub mendatang.

"Bustami sendiri juga tidak cukup baik di mata publik Aceh," jelas akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) ini.

Selain itu, Kemal juga melontarkan kritik terkait wacana koalisi Partai Nasdem dan Partai Aceh (PA) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Menurutnya, ide tersebut merupakan hal yang konyol.

"Gagasan Nasdem pada Pilpres yang lalu adalah semangat perubahan. Tapi kalau dukung Muzakir Manaf alias Mualem, semangat perubahan apa yang akan diusung?" tegasnya.

Dia menyebut, Nasdem sebagai salah satu partai pemenang Pileg di Aceh, perlu mendorong kader sendiri dalam kontestasi Pilkada Aceh. Sehingga, tidak perlu melirik calon dari eksternal partai.

"Kenapa harus melakukan kontra produktif mendukung Mualem?" tutup Kemal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya