Berita

Keir Starmer dan istrinya Victoria menyapa para pendukungnya saat memasuki 10 Downing St, setelah kemenangan telak Partai Buruh dalam Pemilu Inggris/Net

Bisnis

14 Tahun Jadi Oposisi, Pemimpin Partai Buruh Keir Starmer Resmi Jadi PM Inggris

SABTU, 06 JULI 2024 | 16:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Setelah 14 tahun menjadi oposisi di kancah politik Inggris, Partai Buruh akhirnya berhasil meraih kemenangan telak atas Partai Konservatif yang telah lama berkuasa.

Pemimpin Partai Buruh, Keir Starmer, kini resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris setelah ditunjuk oleh Raja Charles III, menggantikan Rishi Sunak dari Partai Konservatif.

Dalam pidato perdananya di depan kediaman resmi Perdana Menteri di Downing Street nomor 10, Starmer menyampaikan pesan perubahan yang positif kepada rakyat Inggris.


“Masyarakat telah memberikan suara secara tegas untuk perubahan dan (kini) negara kita dapat bergerak maju bersama,” kata Starmer pada Jumat (5/7).

Ia menyoroti bahwa kesenjangan antara pengorbanan rakyat dan pelayanan yang mereka terima sejauh ini telah menimbulkan keletihan, terkurasnya harapan, dan semangat.

"Tetapi kita harus bergerak maju bersama-sama. Sekarang luka ini, kurangnya kepercayaan hanya bisa disembuhkan dengan tindakan, bukan kata-kata, saya tahu itu," kata PM baru itu, dikutip dari NBC, Sabtu (6/7).

Starmer juga menekankan pentingnya pelayanan publik sebagai hak istimewa dan bahwa pemerintah harus memperlakukan setiap warga negara dengan hormat.

Sebelumnya, kedatangan Starmer dan istrinya, Victoria usai dari Istana Buckingham disambut dengan sorak-sorai dan air mata kebahagiaan dari para pendukung Partai Buruh yang berkumpul di

Sementara itu, Rishi Sunak sendiri telah mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat pagi setelah mengalami kekalahan pemilu terburuk dalam sejarah politik Inggris.

Dalam pidato terakhirnya sebagai Perdana Menteri, Sunak menyatakan bahwa ia merasa terhormat pernah menjadi pemimpin Inggris.

“Ini adalah hari yang sulit di akhir dari beberapa hari yang sulit. Namun saya merasa terhormat telah menjadi perdana menteri Anda,” kata Sunak di Downing Street, sebelum ia berangkat ke Istana Buckingham untuk mengundurkan diri.

Berbeda dengan Amerika Serikat, Inggris tidak memiliki masa transisi yang panjang, sehingga pergantian kepemimpinan dapat terjadi dengan cepat.

Sebagai informasi, Partai Buruh mendapatkan 412 dari 650 kursi di House of Commons, sementara Konservatif hanya meraih 121 kursi. Angka tersebut menandai hilangnya dukungan publik secara signifikan terhadap partai yang memenangi pemilu terakhir pada tahun 2019.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya