Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama petahana Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dan Mohamad Lakotani di Kantor DPP Partai Demokrat, di Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/7)/RMOL

Politik

AHY Keluarkan Rekomendasi Pilgub ke 3 Petahana

KAMIS, 04 JULI 2024 | 19:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengeluarkan rekomendasi kepada petahana di sejumlah daerah pemilihan gubernur (Pilgub) 2024.

Pemberian rekomendasi tersebut dilakukan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, di Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/7).

AHY menyerahkan rekomendasi pertama Partai Demokrat kepada petahana Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dan Mohamad Lakotani.


"Beliau berdua gubernur dan wakil gubernur incumbent yang sudah memimpin Papua Barat selama 5 tahun ini. Alhamdulillah di bawah kepemimpinan mereka berdua, Papua Barat juga terus melakukan pembangunan, baik pembangunan infrastruktur, maupun pembangunan sumber daya manusia," kata AHY.

Kemudian, rekomendasi kedua diberikan AHY kepada incumbent Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan. Putra Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu mengungkapkan harapannya kepada sosok itu.

"Harapannya, semua yang telah dicapai selama kepemimpinan Bapak selama ini bisa dilanjutkan, dan yang belum tercapai bisa kita lakukan lompatan perbaikan-perbaikan sesuai yang kita harapkan bersama,” ungkap dia.

"Tentu keluarga besar partai Demokrat akan memberikan dukungan penuh, bukan hanya selama masa kampanye tapi juga insya Allah terpilih kembali dalam pemerintahan ke depan," tegas AHY.

Terakhir, AHY menyerahkan surat rekomendasi Demokrat kepada petahana Gubernur Jambi Al Haris yang berpasangan dengan Abdullah Sani.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya