Berita

Kapolda Sumbar Irjen Suharyono/Net

Presisi

Kapolda Sumbar Tatap Yakin Afif Lompat ke Sungai

KAMIS, 04 JULI 2024 | 13:19 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kapolda Sumatera Barat Irjen Suharyono menjelaskan kembali kronologis kasus kematian remaja Afif Maulana (13).

Berdasarkan hasil penyidikan Polda Sumatera Barat, Suharyono meyakini Afif tewas karena melompat dari Jembatan Kuranji.

“Sampai saat ini bahkan sejak awal sebenarnya tetap konsisten menyatakan pernyataan kami bukan rekayasa, tetapi berdasarkan fakta-fakta dan saksi-saksi yang ada di TKP,” kata Suharyono saat dihubungi wartawan, Kamis (4/7).


Menurut Suharyono, Afif sengaja melompat itu sesuai dengan keterangan Aditya temannya yang saat itu ada di lokasi kejadian yang diduga hendak tawuran.

Saat itu juga, kata Suharyono, polisi yang mencegah tawuran tidak pernah melihat Afif.

“Dia (Afif) diduga memang melompat dari atas jembatan itu karena memang detik-detik terakhir kan mengajak Aditya yang memboncengkannya itu kan memang mau melompat ke sungai, menyelamatkan diri,” kata Suharyono.

Suharyono menekankan bahwa dugaan keterlibatan Afif sebagai salah satu pelaku tawuran menguat berdasarkan isi handphonenya.

“Afif memang pelaku tawuran, handphonenya sudah saya cloning, sudah saya buka. Kemarin seminggu kita kesulitan membuka handphonenya Afif, karena apa? Karena password enggak tahu kita," kata Suharyono.

"Begitu dicoba-coba ternyata tanggal lahir Afif itu lah yang akhirnya baru terbuka. Itu baru bikin kami kaget, wah ternyata Afif itu sudah ada percakapan dengan Aditya itu memang yang mengajak tawuran," sambungnya.

Percakapan Afif dan Aditya terjadi pada Sabtu (8/6) sekira pukul 22.00 WIB. Bahkan Suharyono mengakui Afif yang memegang pedang.

“Jam 10 itu menanyakan dulu ke Aditya ‘Ada tawuran gak malam ini?’ Kemudian percakapan kelihatan di handphone dan sudah saya screenshot juga, akhirnya dijawablah 'kamu ke rumah dulu saja’,” kata Suharyono seraya tirukan dialog.

Pada Minggu dini hari (9/6) sekitar pukul 01.30 WIB keduanya berangkat bergabung dengan kelompoknya.

“Sudah jelas mau berangkat tawuran. Tapi, ada pihak tertentu menyampaikan seolah-olah mereka akan berangkat pesta. Akan jalan-jalan, itu aslinya disimpangkan. Wong itu di pengakuan Aditya itu kan Ketua kelompok gangster itu kan salah pergaulan si Afif maulana itu,” kata Suharyono.

Saat itulah polisi berhasil mencegah dan akhirnya kerumunan dibubarkan sampai lari ke Jembatan Kuranji. Dari sini Afif diduga melompat dan dinyatakan meninggal dunia.

Terkait hal ini, Kapolda Sumbar beserta jajaran Polresta Padang diadukan ke Propam Polri Mabes Polri dengan nomor yang teregister SPSP2/002933/VII/2024/BAGYANDUAN tertanggal 3 Juli 2024.

"Pertama kami melaporkan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Kapolda Sumatera Barat, Kasat Reskrim Polresta Padang dan satu Kanit Jatanras dari Satreskrim Polresta Padang," kata Kepala Divisi Hukum KontraS Andrie Yunus di Mabes Polri, Rabu (3/7).

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran etik terhadap Suharyono dalam kejanggalan pada kematian Afif.



Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya