Berita

Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono (tengah)/Ist

Bisnis

Misi Dagang Jatim ke Bali Tembus Rp425 M

RABU, 26 JUNI 2024 | 06:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Misi dagang dan investasi Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Bali berlangsung sukses dengan mencatatkan transaksi tertinggi mencapai Rp425 miliar lebih.
 
Event yang dibuka Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono di Aston Denpasar Hotel & Convention Center pada Selasa (25/6) tersebut banjir apresiasi.

Sebelumnya, jumlah transaksi misi dagang tercatat meningkat dari Rp330 miliar pada pukul 11.00 WITA menjadi Rp425 miliar saat penutupan transaksi pukul 17.00 WITA.


"Bali ini adalah provinsi tujuan misi dagang yang pertama di tahun 2024. Meski begitu, semangat pelaku usahanya sangat tinggi. Dan alhamdulillah misi dagang antara Jatim dan Bali kali ini mencapai Rp425 miliar atau lebih tepatnya Rp425.008.730.000,” ujar Pj Gubernur Adhy dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (26/6).

“Ini merupakan catatan rekor transaksi tertinggi selama ini. Sementara sebelumnya transaksi tertinggi mencapai Rp380 Miliar di Maluku Utara pada tahun 2023," tambahnya.

Adapun total transaksi Rp425 miliar tersebut, berasal dari komoditas yang dijual dan dibeli oleh para pelaku usaha. Untuk jumlah transaksi komoditas yang dijual Jatim mencapai Rp301.199.730.000, dengan komoditi yang dijual yakni pakan ikan dan udang, benih tanaman, rokok serta mesin TTG.

Berikutnya ada daging frozen, beras, daging bebek, fashion, daging sapi, fillet Dori, Gurita, makanan ringan, buah-buahan, mesin jahit, bawang merah, pupuk, kedelai dan kapulaga hijau.

Sementara untuk jumlah transaksi yang dibeli Jatim sebesar Rp123.809.000.000 dengan komoditas diantaranya adalah kunyit kering, biji kopi, hasil perikanan dan kelapa.

"Memang yang dijual oleh Jatim nilainya sangat tinggi mencapai Rp301 miliar. Komoditas yang dijual mayoritas adalah bahan pangan," ungkapnya.

Dalam misi dagang ini, lanjut Adhy, juga menjadi ajang untuk mempertemukan para pelaku usaha dari Jatim dengan provinsi mitra. Pertemuan antar pengusaha dalam misi dagang selalu berdampak pada kerja sama yang menguntungkan.

"Misi dagang ini menjadi peluang ekonomi baik bagi pelaku usaha Jatim maupun Bali. Khususnya dalam upaya menyebarluaskan potensi produk industri, perdagangan, perikanan, agribisnis dan peluang investasi yang akhirnya mampu meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri, khususnya di Jatim dan Bali," beber dia.

Lebih lanjut, Pj. Gubernur Adhy menambahkan, misi dagang antara Jatim dan Bali sangat strategis. Hal ini terlihat dari neraca perdagangan kedua provinsi yang mengalami surplus Rp5,46 triliun.

Berdasarkan rilis BPS tahun 2023, tercatat nilai pembelian atau bongkar dari Bali sebesar Rp3,01 triliun. Sedangkan total nilai penjualan atau muat ke Bali sebesar Rp8,47 triliun. Sehingga total neraca perdagangan kedua provinsi adalah sebesar Rp11,48 triliun.

Selama ini, Bali menyuplai beberapa komoditas utama seperti cengkeh, perlengkapan olahraga, buah kelapa, koper dan tas, skrap besi, bawang bombay, daging sapi, ikan beku, labu, joran dan komoditas lainnya.

Sebaliknya, Jatim juga banyak menyuplai komoditas ke Bali seperti komoditas saus, semen, kopi, kendaraan bermotor, sabun, telepon, minyak kelapa, makanan hewan, pasta mentah, beras dan komoditas lainnya ke bali.

"Memang Bali menjadi salah satu dari 16 provinsi yang disuplai bahan makanannya dari Jatim. Provinsi lain ada NTB, NTT dan Maluku. Khusus NTT, permintaan bahan makanannya paling tinggi," ungkapnya lagi.

Kendati kegiatan misi dagang menguntungkan secara ekonomi, Adhy mengimbau agar kolaborasi dalam pengembangan produk serta pemanfaatan teknologi juga patut dilakukan.

"Kami menilai kegiatan ini jangan hanya menjadi kerjasama transaksional. Tetapi kita terus berkolaborasi mengembangkan produk yang ada, melakukan standarisasi internasional sehingga bisa bersaing di pasar global dan akhirnya mampu mendorong neraca perdagangan kita," jelasnya.

"Tentu pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi dalam pembayaran juga sangat penting sehingga pada akhirnya kita dapat bergerak ke ekspor mancanegara," imbuh dia.

Sebagai informasi, dalam misi dagang kali ini dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antar Kepala OPD Jatim dengan Bali, serta BUMD dan BUMS Jatim dengan Bali. Tak ketinggalan pula, PKS antar asosiasi yakni KADIN dan IWAPI antar kedua provinsi tersebut.

Misi dagang Jatim-Bali diikuti oleh 176 pelaku usaha dari kedua provinsi ini, dibuka dengan pemukulan Kendang Bali oleh Pj Gubernur Adhy bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Iwan dan Kepala Disperindag Provinsi Bali I Wayan Jarta.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya