Berita

Ilustrasi Liga 1 Indonesia/Net

Sepak Bola

Kuota Pemain Asing di Liga 1 Ditentukan Usai RUPS

SELASA, 25 JUNI 2024 | 19:19 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Wacana penambahan kuota pemain asing di kompetisi Liga 1 Indonesia masih belum dipastikan. Berapa jumlah pemain asing yang bisa dimiliki setiap klub baru ditentukan setelah rapat umum pemegang saham (RUPS).

"Belum diputuskan. Ya kan RUPS dahulu, baru diputuskan semua itu," ujar anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, usai menghadiri acara “Ngobrolin Regulasi Baru Liga Indonesia Baru” di GBK Arena, Jakarta, Selasa (25/6).

Namun demikian, Arya tak menyebutkan secara pasti kapan RUPS digelar PSSI. Dia hanya memastikan, setelah RUPS sudah ada keputusan mengenai jumlah pemain asing di Liga 1.


Arya berpandangan, kehadiran pemain asing akan memacu kualitas para pemain lokal untuk menjadi lebih baik dan naik kelas.

"Mereka akan bersaing habis-habisan untuk posisi yang dibutuhkan," jelas Arya.

"Makanya saya bilang kenapa ada kelas akselerasi, ada kelas khusus, supaya mereka bisa masuk kelas itu, ini kompetitif," imbuhnya.

Tak hanya itu, lanjut Arya, klub sepak bola di Indonesia juga harus menyiapkan tim Elite Pro Academy (EPA) untuk jenjang usia 16 tahun, 18 tahun. Melalui EPA diharapkan setiap klub bisa menghasilkan pemain-pemain yang bisa bersaing dengan pemain asing.

"Klub-klub harus menyiapkan EPA sejak U-16, U-18 kencang betul, maka ketika U-20 masuk ke timnas bisa lawan pemain asing. Kalau enggak disiapkan, tidak ada perbandingan, kapan dia bisa tahu sudah bagus mainnya," pungkasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya