Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Mendag: Indonesia Berpeluang Jadi Negara Maju, Kuncinya Kolaborasi

SELASA, 25 JUNI 2024 | 18:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia berpeluang menjadi negara maju pada 2045. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dan kerja sama semua pihak, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan.

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

Menurutnya, Indonesia berpeluang besar menjadi negara maju pada 2045 karena memiliki banyak memiliki keunggulan.


"Kata kuncinya yaitu kerja sama dan kolaborasi semua pihak. Insyaallah, Indonesia bisa menjadi negara maju sebagaimana cita-cita para pendiri negara," ujar Mendag, dikutip Selasa (25/6).

Di tengah kondisi global yang bergejolak, ekonomi Indonesia tetap stabil dengan mencatatkan pertumbuhan di atas 5 persen. Menurut Mendag, hal itu patut untuk disyukuri.

Pada triwulan I 2024, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,1 persen, atau tumbuh 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Mei 2024 juga mengalami surplus sebesar 13,06 miliar dolar AS.

Tren neraca perdagangan ini melanjutkan surplus selama 49 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Di sisi lain, pada 2023 inflasi Indonesia tetap terjaga, yaitu sebesar 2,61 persen.

"Di tengah situasi dunia yang bergejolak, kita syukuri ekonomi indonesia masih stabil. Alhamdulillah, surplus perdagangan kita 49 bulan berturut-turut. Oleh karena itu, saya keliling daerah untuk menyemangati para pelaku usaha untuk melakukan ekspor," ujar Mendag.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya