Berita

Ilustrasi

Dunia

Pelayanan Haji India Libatkan Enam Kementerian dan Pejabat Lintas Agama Serta App SOS

JUMAT, 14 JUNI 2024 | 02:48 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Untuk melayani jamaah haji pemerintah India melibatkan enam Kementerian dan petugas-petugas yang tidak hanya beragama Islam, tetapi juga Kristen, Hindu, dan Sikh. Ini menjadi bagian terindah dari misi haji India karena mencerminkan kekayaan peradaban dan budaya serta toleransi di negara itu.

Misi Haji India pun merupakan misi luar negeri India yang terbesar baik dari segi administrasi dan pekerjaan. Hal ini dikatakan Ketua Eksekutif Komite Haji India, Liaquat Ali Afaqi, dalam perbincangan dengan Awaz-the Voice.

Enam Kementerian yang terlibat dalam pelayanan haji India adalah Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Otoritas Penerbangan Sipil, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Urusan Minoritas yang merupakan kementerian pusat misi tersebut.


“Yang pertama dalam daftar adalah Smriti Irani Sahiba, mantan Menteri Urusan Minoritas, yang pengetahuannya tentang haji membuat saya takjub. Sejujurnya, saya tidak bisa mengatakan bahwa saya tahu lebih banyak tentang kewajiban haji selain dia. Instruksinya untuk menghubungkan seluruh proses perjalanan haji dengan teknologi juga terbukti sangat bermanfaat,” kata Liaquat Ali Afaqi yang berasal dari Kantor Pajak India (IRS).

Liaquat Ali Afaqi juga menunjuk Sekretaris Kementerian Urusan Minoritas Katithala Srinivas, Sekretaris Bersama (Haji) CPS Bakshi Sahib, dan Lawrence James yang beragama Kristen dalam Komite Haji India.

Saat ini, sekitar 600 personel Kementerian Urusan Minoritas berada di Arab Saudi untuk mengawasi pengaturan jamaah haji India.

Liaquat Ali Afaq mengatakan, setiap haji berbeda dengan haji sebelumnya. Tahun ini, peningkatan penggunaan teknologi telah mengubah bentuk ibadah haji bagi jamaah haji. “Kali ini, kunci seluruh fasilitas ada di tangan mereka dalam bentuk aplikasi seluler.”

Teknologi telah memberikan kemudahan bagi jamaah haji untuk mengajukan pengaduan atau mencari orang hilang. Dalam hal ini, aplikasi seluler (App) Swedha telah membawa perubahan revolusioner. Ini digunakan oleh setiap peziarah.

“Teknologi telah memberikan kemudahan sehingga Anda dapat memindai kode batang setiap barang Anda dan jika Anda kehilangannya, kode batang tersebut dapat dilacak melalui aplikasi,” ujarnya.

Dia mengatakan keluhan paling umum kedua dalam ibadah haji adalah tentang jamaah yang tersesat di lautan umat manusia yang berkumpul untuk menunaikan ibadah haji tahunan. Jika jamaah tidak dapat menemukan jalannya, ia cukup menekan tombol SOS yang akan membuat fasilitas terpusat menerima panggilan darurat dan orang tersebut akan dilacak.

Liaqat Ali Afaqi menambahkan, karena hubungan baik India dan Arab Saudi, kali ini jamaah haji India menginap di kawasan tengah Madinah yang paling dekat dengan Masjid Nabawi.

“Dulu tidak bisa, hanya 70 persen jamaah haji yang mendapat kesempatan menginap di Madhina Tengah. Tapi kali ini berkat menteri kami, 100 persen jamaah haji India bisa menginap di Madhina Tengah,” terangnya.

Ia mengatakan, bisa menaiki kereta berkecepatan tinggi dari Jeddah menuju Makkah merupakan sebuah langkah revolusioner. Hal ini membuat ibadah haji menjadi mudah dan menjadi pengalaman yang mengesankan bagi para jamaah.

Untuk pertama kalinya, 35 ribu jamaah asal India melakukan perjalanan dengan kereta peluru dari Jeddah ke Makkah. Sebelumnya mereka menggunakan bus dari Jeddah yang memakan waktu 6 jam perjalanan. Sekarang hanya butuh setengah jam.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya