Berita

Para korban tragedi pengroyokan massa kini menjalani perawatan inensif di RSUD Soewondo Pati/Ist

Presisi

Sempat Diteriaki Maling, Pemilik Rental Mobil Tewas Diamuk Massa

SABTU, 08 JUNI 2024 | 10:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Nasib malang ini dialami BH (52), warga Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Korban bersama tiga rekannya yang datang jauh-jauh dari Jakarta ke Pati, Jawa Tengah dihajar massa usai diteriaki maling saat akan mengambil mobil miliknya di Desa Sumber Soko, Kecamatan Sukolilo, Pati, Kamis (6/6).

Nahas, BH yang merupakan pemilik rental itu harus meregang nyawa. Sedangkan ketiga korban lainnya mengalami luka parah usai dikeroyok massa dan kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Identitas korban masing-masing berinisial BH (52) warga Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat dan SH (28) warga Kelurahan Rawa Badak Kecamatan Koja, Jakarta Barat.


Kemudian KB (54) warga Desa Kebandingan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal, dan AS (37) warga Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Berdasarkan penyelidikan Polresta Pati dari pemeriksaan keterangan sejumlah korban yang kini dirawat di rumah sakit, mereka ternyata bukan komplotan maling mobil sebagaimana diberitakan sebelumnya.

Para korban ini hendak mengambil mobil miliknya yang tak kunjung dikembalikan usai dirental oleh seorang warga Sukolilo Pati.

Kejadian itu bermula saat korban SH, KB, dan AS diajak oleh korban BH mengambil mobil rentalan ke posisi GPS mobil, yaitu berada di Desa Sumbersoko Sukolilo Pati.

Saat mereka tiba di lokasi, yakni di rumah Aris warga Desa Sumbersoko, korban menemukan keberadaan mobil Honda Mobilio tersebut terparkir di halaman depan rumah. Korban BH lantas membawa mobil tersebut dengan kunci cadangan.

Namun saat itu, ada warga yang melihat mobil tersebut dibawa hingga meneriaki maling. Warga pun mengejar mobil Daihatsu Sigra warna putih yang ditumpangi para korban.

Aksi main hakim pun tak bisa dihindari. Empat korban dihajar ramai-ramai hingga berdarah di sekujur tubuhnya. Bahkan warga juga membakar mobil Sigra milik korban.

Atas laporan warga, petigas Polsek Sukolilo lantas mendatangi TKP dan mengevakuasi para korban yang terluka parah ke RSUD Kayen untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasat Reskrim Polresta pati, Kompol M Alfan Armin M menjelaskan, korban BH meninggal dunia di RSUD Kayen pada pukul 18.30 WIB.

“Sedangkakan ketiga korban lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sudah di rujuk di RSUD Suwondo Pati", ujar Alfan Armin diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Sabtu (8/6).
 
Setelah melakukan penyelidikan, polisi mengamankan 2 warga Desa Sumbersuko yang diduga ikut mengeroyok korban hingga meninggal dunia.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya