Berita

Arsip foto prajurit Korps Marinir Filipina yang ditempatkan di kapal BRP Sierra Madre di Second Thomas Shoal yang disengketakan di Laut China Selatan pada tahun 2014./Reuters

Dunia

Filipina Bantah Tentaranya Todongkan Senjata dalam Insiden 19 Mei

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 23:32 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Pasukan Filipina yang ditempatkan di kapal perang yang berlabuh di perairan dangkal Laut China Selatan yang disengketakan, tetap menyimpan senjata mereka setelah kapal penjaga pantai Tiongkok mendekati kapal tersebut tetapi mereka tidak mengarahkan senjata ke kapal tersebut, kata para pejabat militer pada hari Selasa.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Romeo Brawner membantah pernyataan CCTV penyiar negara Tiongkok tentang apa yang terjadi selama misi pasokan rutin untuk pasukan Filipina pada 19 Mei.

CCTV melaporkan setidaknya dua personel Filipina menodongkan senjata ke arah kapal penjaga pantai Tiongkok selama konfrontasi di BRP Sierra Madre, yang berlabuh di Second Thomas Shoal dan diubah menjadi garnisun Manila pada tahun 1999.


“Itu hanya sebagai persiapan untuk membela diri jika terjadi sesuatu karena mereka sangat dekat,” kata Brawner pada konferensi pers, seraya menggambarkan tindakan Penjaga Pantai Tiongkok sebagai “provokatif”.

“Kami mempunyai hak untuk membela diri,” katanya, seraya menambahkan bahwa Filipina akan terus menegaskan kedaulatannya di wilayah tersebut.

Para pejabat militer mengatakan perahu karet berlambung kaku Tiongkok datang dalam jarak lima hingga 10 meter dari BRP Sierra Madre dan menyita beberapa perbekalan yang dijatuhkan dari udara untuk pasukan, tindakan yang menurut mereka “ilegal” dan “tidak dapat diterima”.

“Ini adalah penyebab kekhawatiran. Jadi tentara kita sebagai tindakan pencegahan, tetap menyimpan senjata mereka. Itu adalah bagian dari aturan keterlibatan,” kata Brawner.

“Kami menyangkal bahwa ada tentara kami yang dengan sengaja menodongkan senjatanya ke salah satu tentara Tiongkok… Namun kami tidak akan menyangkal fakta bahwa mereka bersenjata.”

Brawner mengatakan ini menandai pertama kalinya perbekalan, termasuk makanan dan obat-obatan, disita oleh kapal Tiongkok.

“Tindakan mengambil atau menyita pasokan kami adalah ilegal. Anda tidak seharusnya menyita pasokan dari negara lain, bahkan dalam keadaan perang,” ujarnya.

Personel Tiongkok yang berada di kapal tersebut kemudian membuang barang-barang tersebut ke dalam air, kata juru bicara Angkatan Laut Filipina untuk Komodor Laut Filipina Barat Roy Vincent Trinidad.

Tidak jelas apakah mereka milik penjaga pantai atau angkatan laut Tiongkok, kata militer.

Pasukan Filipina berhasil mengambil sebagian besar barang yang diterjunkan dari udara hari itu, kata militer.

Filipina menuduh penjaga pantai Tiongkok merusak kapalnya di Laut China Selatan

Brawner mengatakan BRP Sierra Madre merupakan kapal pesanan angkatan laut Filipina sehingga diizinkan memiliki senjata.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, termasuk Second Thomas Shoal. Mereka telah mengerahkan ratusan kapal untuk berpatroli di jalur air tersebut, termasuk apa yang disebut Manila sebagai “milisi maritim Tiongkok,” yang dikatakan juga hadir pada tanggal 19 Mei.

Kementerian luar negeri Tiongkok pada hari Selasa menyebut tindakan Filipina terhadap penjaga pantai Tiongkok di Second Thomas Shoal bulan lalu ilegal.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya