Berita

Ketua PDIP Kota Bandung, Achmad Nugraha (kedua kiri), dan Ketua PKS Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama (kedua kanan)/RMOLJabar

Politik

Pilkada Kota Bandung 2024

Dianggap Penyeimbang Demokrasi, Peluang Koalisi PKS-PDIP Cukup Besar

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 14:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Gelak tawa, keharmonisan, dan kehangatan tersaji dalam silaturahmi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kantor DPC PDIP, Jalan Arcamanik Endah no. 2, Kota Bandung, Rabu malam (5/6).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD PKS Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama beserta rombongan disambut hangat Ketua DPC PDIP Kota Bandung, Achmad Nugraha dan jajarannya.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama mengaku kagum dengan PDIP yang memiliki militansi tinggi dan tingkat kepedulian yang besar terhadap rakyat kecil.


"Banyak yang menilai PDIP itu partai nasionalis, justru kita mendengar bahwa PDIP ini sangat militan dan kita tahu bahwa PDIP ini membela rakyat kecil, salah satunya membantu masyarakat membebaskan ijazah anak-anak yang tertahan dari keluarga tidak mampu," kata Ahmad, diwartakan Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (6/6).

Tidak hanya itu, lanjut Ahmad, keberadaan PKS dan PDIP di jajaran partai politik di Indonesia merupakan penyeimbang untuk keberlangsungan politik nasional.

"Bahkan banyak yang menyebut kalau demokrasi ini tanpa ada PDIP dan PKS enggak akan seimbang," jelasnya.

Apalagi, diceritakan Ahmad, hingga kini banyak stigma di masyarakat yang beranggapan PKS dengan PDIP ibarat air dan minyak yang tidak mungkin bersatu.

"Banyak di masyarakat yang mempertanyakan apakah PDIP dan PKS bisa ngahiji (bersatu,red)? Buktinya kita sekarang bisa bersama. Jadi oleh karenanya kalau terjadi koalisi merah putih nanti di pilkada kenapa tidak, apalagi di tingkat DPW juga sudah bersilaturahmi," tegas Ahmad.

Senada, Ketua DPC PDIP Kota Bandung, Achmad Nugraha mengatakan, PKS dan PDIP dalam jajaran partai politik di Indonesia merupakan penyeimbang demokrasi bangsa.

"Bahkan kalau kata saya mah, kalau tidak ada PKS dan PDIP demokrasi ini tidak akan seimbang, jadi kalau kita bicara niat perjuangannya sama, yang berbeda hanya namanya saja PKS dan PDIP itu," jelas Achmad.

Achmad pun membantah jika stigma yang terbangun di publik tentang PKS dengan PDIP yang tidak bisa bersatu bahkan ibarat air dan minyak adalah tidak benar.

"Panjang sebenarnya perjuangan bersama antara PKS dan PDIP hanya saja tidak terekspos ke publik," ungkapnya.

Achmad pun mengaku sangat bahagia dengan adanya silaturahmi yang dilakukan PKS ke PDIP Kota Bandung.

"Dengan kedatangan PKS ini tentunya kebahagiaan yang luar biasa bagi kita," ucap Achmad.

Ia pun tidak menampik, Koalisi Merah Putih bisa terbentuk di Pilwalkot nanti.

"Maka dari itu saya berharap pertemuan ini tidak berhenti sampai di sini, namun berlanjut untuk membentuk kekuatan besar untuk bersama-sama memajukan Kota Bandung," pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya