Berita

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo/Net

Bisnis

BI: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Bergantung pada Kebijakan Fiskal Prabowo

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 14:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada kebijakan fiskal yang akan dijalankan presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Begitu yang dikatakan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI, Rabu (5/6).

Meski demikian, Perry meyakini bahwa perekonomian Indonesia bisa tumbuh hingga 5,6 persen pada 2025.


"Tentu saja yang nanti kebijakan fiskal tahun depan akan berpengaruh seberapa jauh pertumbuhan kita antara kisaran 4,8 persen sampai 5,6 persen, baik mengenai defisitnya maupun pilihan alokasi anggaran baik untuk operasional maupun investasi," kata Perry, dikutip Kamis (6/6).

Perry menekankan, untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2025 ini membutuhkan faktor pendorong ekonomi dari kebijakan fiskal pemerintah ke depan.

Untuk itu, dia mendorong agar belanja pemerintah lebih ekspansif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah potensi perlambatan ekonomi global.

Sedangkan, untuk tahun ini, gubernur BI sendiri memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh hingga 5,5 persen.

Lebih lanjut, Perry mengatakan bahwa kedepannya pun realisasi defisit anggaran akan ditentukan oleh kebijakan yang dirumuskan pemerintahan selanjutnya.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah merancang defisit anggaran tahun depan berada di kisaran 2,45 persen sampai 2,82 persen pada APBN 2025. Selain itu, investasi juga diharapkan bisa tumbuh 4,7 persen sampai 5,2 persen.

"Hal ini merupakan sebuah range pertumbuhan ekonomi yang cukup ambisius, namun tetap realistis," kata Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya