Berita

Omar Al Baradee, berusia empat tahun dirawat di rumah sakit Naser Gaza kareka kekurangan gini parah/Net

Dunia

UNICEF: 90 Persen Anak Gaza Kekurangan Gizi Parah

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 11:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sembilan dari 10 anak di Jalur Gaza tidak dapat mengonsumsi nutrisi dari kelompok makanan yang cukup untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.

Laporan itu diungkap United Nations Children's Fund (UNICEF) dalam sebuah laporan yang dilihat redaksi pada Kamis (6/6).

Dikatakan bahwa lima set data yang dikumpulkan antara Desember 2023 dan April 2024 menemukan bahwa 90 persen anak Gaza menderita kurang gizi karena mereka bertahan hidup dengan dua kelompok makanan atau lebih sedikit per hari.


“Ini adalah bukti betapa mengerikannya dampak konflik dan pembatasan terhadap kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan anak-anak dan cepatnya hal ini menempatkan anak-anak pada risiko kekurangan gizi yang mengancam jiwa,” bunyi laporan tersebut.  

Israel mengatakan mereka tidak membatasi pasokan kemanusiaan untuk warga sipil di Gaza dan menyalahkan PBB atas lambatnya pengiriman, dan mengatakan bahwa operasinya tidak efisien.

Namun dengan terjadinya kelaparan di Gaza, dan beberapa anak meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi, Barat menekan agar Israel berbuat lebih banyak agar makanan bisa masuk.

Untuk memenuhi keragaman pangan minimum untuk perkembangan sehat, anak-anak harus mengonsumsi makanan dari setidaknya lima dari delapan kelompok makanan yang ditentukan oleh skor keragaman pangan yang digunakan oleh UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kelompok ini termasuk ASI, telur, produk susu, daging, unggas, ikan, dan kelompok lainnya.

UNICEF mengatakan bahwa secara global, 27 persen anak-anak kurang gizi pada anak usia dini, yang berarti terdapat 181 juta anak di bawah usia 5 tahun.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya