Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

BI Optimis Rupiah Kembali Perkasa di Rp15.300-Rp15.700 per Dolar AS pada 2025

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 11:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) rupiah diyakini akan kembali perkasa di kisaran Rp15.300-Rp15.700 per dolar AS pada 2025 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Bank Indonesia (BI) yang saat ini tengah berupaya menjaga kestabilan nilai tukar rupiah di tengah gejolak global.

“Nilai tukar rupiah bakal berada di kisaran level Rp15.300 sampai dengan Rp15.700 per dolar AS,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.


"Batas atasnya memang sedikit lebih kuat dari yang disampaikan Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati)," sambungnya.

Perry menegaskan bahwa BI saat ini sedang melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas) serta menaikkan BI Rate dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), guna mencegah mengalirnya portofolio asing ke luar negeri dengan fokus pada sekuritas yang di bawah 1 tahun.

Selain itu, kata Perry, pihaknya bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga sedang menjaga suku bunga SBN jangka panjang agar tidak terlalu berdampak besar atas naiknya suku bunga di luar negeri.

Meski demikian, Perry menegaskan bahwa kurs rupiah saat ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain yang melemah terhadap dolar AS.

"Sejauh ini pada bulan April-Mei ini rupiah kita menguat, meskipun kalau di akhir tahun melemah 5,25 persen, tapi masih lebih baik dari Peso Filipina, Won Korea maupun juga Thailand (Baht)," ujar Perry, dalam keterangan resminya.

Menurut Perry, terdapat empat faktor yang akan membuat rupiah terus menguat, di antaranya kejelasan mengenai suku bunga Fed Fund Rate (FFR) yang diprediksi akan turun tahun depan, sehingga bisa memberikan kepastian aliran modal asing.

Kedua, suku bunga saat ini yang dianggap Perry cukup menarik, sehingga membuat imbal hasil untuk investasi portofolio semakin baik.

Selanjutnya, prospek pertumbuhan ekonomi RI yang diyakini dapat memberikan daya tarik untuk masuknya aliran modal asing. Terakhir, adanya komitmen BI untuk menjaga stabilitas rupiah atas kerja sama dengan pemerintah.

"Jadi sekali lagi kami memandang nilai tukar rupiah ke depan akan relatively stabil dan tahun depan kisarannya Rp15.300-Rp15.700," pungkas Perry.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya