Berita

Ilustrasi Foto/Net

Nusantara

Gangguan Transmisi Jadi Penyebab Pemadaman Panjang di Aceh

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 05:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyatakan sebagian wilayah di Aceh mengalami pemadaman listrik. Penyebabnya, karena terjadi gangguan pada transmisi SUTT 150 kV GI Langsa-Idi.

“Pemadaman listrik akibat gangguan pada transmisi SUTT 150 kV GI Langsa-Idi, karena petir. Sehingga sistem kelistrikan di Aceh semua down (mati)," kata Manajer Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh,Lukman Hakim, dikutip Kantor Berita RMOLAceh, Rabu (5/6).

Dia menjelaskan, pembangkit listrik terbesar di Aceh yakni PLTU Nagan Raya tidak bisa masuk ke sistem, lantaran tidak bisa menyuplai tegangan.


Selain itu, terjadinya padam sistem di jalur transmisi SUTT antara Lahat hingga Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan. Kondisi ini berimbas hampir ke seluruh wilayah di sumatera.

"Sehingga sampai hari ini di kita di (PLTU) Nagan Raya itu belum bisa masuk ke dalam sistem. Karena untuk Nagan masuk ke dalam sistem butuh suntikan tegangan," jelas dia.

Dia menyebut, PLN bergerak cepat dengan melakukan sejumlah antisipasi untuk mengurangi dampak dengan mengupayakan pemulihan sistem yang terganggu.

PLN UID Aceh, kata Lukman, memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan di daerah Aceh dalam kondisi aman sehingga bisa secepat mungkin dioperasikan kembali.

Dia menuturkan, seluruh pembangkit yang ada di sumatera yakni dari Lampung hingga Aceh saling terhubung jadi satu. Saat ini, pembangkit-pembangkit itu belum bisa masuk ke sistem.

"Salah satunya yang belum bisa kita masuk sistem yang di PLTU Nagan Raya. Insya Allah ketika Nagan sudah operasi sistem itu, listrik di Aceh akan normal kembali," ujar Lukman.

PLN Aceh juga mengimbau, agar barang-barang elektronik masyarakat yang memiliki frekuensi tinggi untuk sementara tidak digunakan dulu, sampai kondisi kelistrikan benar-benar pulih.

"Kami sangat memohon maaf atas kondisi yang sangat tidak nyaman saat ini," pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya