Berita

Sepuluh juta Gen Z Indonesia pengangguran. Ilustrasi/Net

Politik

10 Juta Gen Z Pengangguran, Pemerintah Diminta Lakukan Ini

SENIN, 03 JUNI 2024 | 10:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sepuluh juta lebih generasi Z di Indonesia pengangguran, karena minimnya lapangan kerja. Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, meminta pemerintah melakukan lima hal.

Pertama, harus ada investasi pada sektor pertanian dan industri berbasis tenaga kerja. Kedua, peningkatan kapasitas SDM via akses pendidikan dan pelatihan. Ketiga, peningkatan kapasitas mindset tentang future job pada lembaga pendidikan formal dan informal.

"Keempat, informasi pasar tenaga kerja lebih terintegrasi dengan perbaikan kurikulum pendidikan secara mendasar. Dan kelima, peningkatan wirausaha dan digitalisasi," tutur Tauhid Ahmad, dikutip dari diskusi "10 Juta Generasi Z Menganggur, Mungkinkah Indonesia Emas 2045?", di Jakarta, Senin (3/6).


Menurutnya, dalam struktur ketenagakerjaan, terjadi penyerapan sebanyak 4,55 juta sepanjang Agustus 2022-Agustus 2023. Pekerja penuh menjadi 96,39 juta, naik 3,76 juta. Pekerja paruh waktu 34,12 juta, menurun 0,01 juta dan setengah pengangguran 9,34 juta atau menurun 0,80 juta.

Dari angkatan kerja 147,71 juta orang, ada 139,85 juta bekerja, naik 4,55 juta. Sementara pengangguran 7,86 juta atau menurun 0,56 juta. Bukan angkatan kerja (BAK) sebanyak 64,88 juta atau menurun 0,82 juta.

Selanjutnya, selama Agustus 2022-Agustus 2023, lapangan usaha akomodasi dan makan minum, konstruksi, dan pertanian, menyerap tenaga kerja terbanyak, masing-masing sekira 1,18 juta, 0,77 juta, dan 0,75 juta.

"Gen Z menjadi kelompok umur yang mendominasi pengangguran terbuka pada 2022, yakni kelompok usia 15-19 tahun sebanyak 29,08 persen, dan kelompok umur 20-24 sebanyak 17,02 persen," rincinya.

Ia juga menambahkan, generasi Z menghadapi sejumlah tantangan pengangguran saat ini, yakni kompetensi pencari kerja tidak sesuai pasar kerja, pertumbuhan ekonomi jauh lebih kecil dari pertumbuhan angkatan kerja.

"Faktor lainnya adalah iklim investasi belum kondusif dan kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja, serta terjadinya PHK," demikian Tauhid Ahmad.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya