Berita

Dok Foto/Ist

Bisnis

SPMT Lakukan Transformasi Berkelanjutan Songsong Target 2024

JUMAT, 31 MEI 2024 | 23:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Pelindo Terminal Multiterminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, berkomitmen meningkatkan kualitas layanan jasa kepelabuhanan sekaligus mengawal denyut nadi logistik Indonesia di 32 cabang pelabuhan nonpetikemas yang dikelolanya.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan, SPMT berfokus untuk melakukan transformasi dengan melakukan standardisasi pelabuhan mulai dari pola operasi proses bisnis berdasarkan planning dan control.

Kemudian SPMT juga melakukan pemenuhan infrastruktur dan peralatan, peningkatan kompetensi serta keterampilan sumber daya manusia (SDM), pengembangan teknologi dengan menggunakan sistem operasi pelabuhan nonpetikemas terintegrasi melalui implementasi PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose), serta peningkatan kesadaran budaya keselamatan dan Kesehatan kerja atau HSSE.


Direktur Utama SPMT, Ary Henryanto menjelaskan bahwa dalam strategi perusahaan untuk bertumbuh, berkembang, dan berkelanjutan, SPMT menguatkan fondasi bisnisnya dan berupaya untuk meningkatkan standar layanan operasionalnya yang bertujuan untuk memberikan layanan yang efektif dan efisien sehingga turut dapat menurunkan biaya logistik nasional.

“SPMT berupaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui transformasi pelabuhan yang berkelanjutan yang dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, SPMT telah melakukan transformasi di 25 terminal, dan akan dilanjutkan dengan transformasi di 5 terminal pada tahun ini yakni Malahayati, Lhokseumawe, Parepare, Garongkong, dan Lembar,” tutur Ary dalam keterangannya, Jumat malam (31/5).

Lanjut Ary, dalam meningkatkan layanan end to end kepada para pengguna jasa dan sebagai salah satu langkah dalam meningkatkan market share, SPMT melaksanakan program peningkatan status terminal multipurpose menjadi terminal dedicated.

“Saat ini ada 9 terminal dedicated di SPMT yaitu terminal curah cair (TCC) Ujung Baru Belawan, terminal curah kering (TCK) Ujung Baru Belawan, TCK IKD 2 dan IKD 3 Belawan, TCC Dermaga CPO I dan CPO II Bagendang, TCK Dermaga C Dumai, TCC Dermaga B sisi dalam Dumai, TCK Multipurpose 2 Tanjung Intan, TCC Jetty 1 dan 2 Bumiharjo, serta TCC Martapura Baru Trisakti,” bebernya.

Transformasi pelabuhan tersebut berdampak positif pada peningkatan produktivitas Ton/Ship/Day (T/S/D), seperti halnya produktivitas bongkar muat curah kering di branch Jamrud Nilam Mirah Surabaya hingga April 2024, tumbuh 19 persen dari sebelumnya 3.034 Ton/Ship/Day (T/S/D) menjadi 3.610 T/S/D secara year on year (yoy).

Selain itu, trafik bongkar muat general & bag cargo SPMT secara konsolidasi hingga April 2024 terjadi peningkatan dari sebelumnya 8.959.560 ton/m3, naik 2,5 persen menjadi 9.185.395 ton/m3 secara year on year (yoy).

Sama halnya dengan trafik bongkar muat curah kering hingga April 2024 mencapai 18.448.528 ton, tumbuh 1 persen dibandingkan dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar 18.251.167 ton. Realisasi trafik bongkar muat kendaraan hingga April 2024 juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,86 persen, dari 567.961 unit menjadi 578.544 unit.

Transformasi dan standardisasi yang dilakukan SPMT turut menurunkan port stay (waktu tunggu pelabuhan) dan cargo stay (waktu tunggu kargo) di pelabuhan. Angka port stay kapal kegiatan bongkar muat curah kering di branch Tanjung Emas Semarang saat ini sekitar 2 hari, turun dari yang sebelumnya mencapai 3 hari.

Tak hanya itu, efisiensi operasional pasca transformasi juga ditandai dengan penurunan Berthing Time atau waktu sandar, sebagai contoh di branch Jamrud Nilam Mirah Surabaya yang mencapai 14,8 persen, dimana pada Triwulan I 2023 angka Berthing Time adalah 57,39 jam per kapal, yang turun pada Triwulan I 2024 menjadi 48,88 jam per kapal. Efisiensi operasi ini juga dapat dilihat melalui penurunan Idle Time dari 6,4 jam per kapal menjadi 3,8 jam per kapal, atau turun drastis sebesar 40 persen.

Ary menjelaskan dalam upayanya mencapai target 2024, Pelindo akan melakukan serah operasi sejumlah terminal kepada SPMT yang diestimasikan dilaksanakan pertengahan tahun ini.

Sejumlah terminal yang wilayahnya tersebar di seluruh Indonesia ini diharapkan dapat memperkuat kinerja perusahaan dalam mencapai target kinerja tahun 2024 melalui potensi besar yang dimiliki masing-masing pelabuhan.

“Sejumlah strategi telah disiapkan SPMT dalam mendorong pertumbuhan kinerja tahun 2024 melalui sistemisasi & digitalisasi proses bisnis yang sejalan dengan pelaksanaan transformasi pelabuhan; pengembangan infrastruktur dan peralatan pelabuhan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasi,” ungkapnya.

Masih kata Ary, pengempangan operasional terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) yang bekerja sama dengan BUMN, swasta, atau Kementerian & Lembaga; optimalisasi aset operasi nonpetikemas yang akan mendorong utilisasi aset; serta pengembangan layanan nonpetikemas tambahan dan ekspansi bisnis seperti ship to ship handling, oil and gas terminal, serta livestock terminal.

Dampak transformasi pelabuhan yang dilakukan SPMT juga dirasakan oleh para pengguna jasa, seperti yang dirasakan oleh Bram Warsito dari PT Berlian Jasa Maritim yang merupakan pengguna jasa SPMT branch Jamrud Nilam Mirah Surabaya.

“Saat ini pelabuhan sudah mulai tertata rapi dengan banyaknya rambu-rambu dan marka yang dipasang, serta petugas selalu mengingatkan tentang pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Kalau dulu pelayanan khususnya planner tidak bisa 24 jam, setelah transformasi ini kami bisa dilayani kapan saja,” pungkas Bram.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya