Berita

Sri Mulyani saat menerima kujungan Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran pada 31 Mei 2024 di Kemenkeu, Jakarta/Ist

Bisnis

Sambut Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Sri Mulyani: Kami Senang dan Terbuka

JUMAT, 31 MEI 2024 | 14:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyambut kedatangan jajaran dari Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran di Kantor Kemenkeu, Jakarta, pada Jumat (31/5).

Dalam pernyataannya, bendahara negara itu mengaku senang dan terbuka untuk berkolaborasi membahas RAPBN 2025 mendatang di bawah presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Kami sangat senang dan sangat terbuka untuk terus bersinkronisasi dan bersinergi karena seperti diketahui bahwa Kementerian Keuangan sebagai suatu institusi memang memiliki tugas hari ini yang sangat penting yakni menyiapkan RAPBN 2025, yang menjadi instrumen penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menjalankan program-programnya," kata Sri.


Sri Mulyani menjelaskan koordinasi dan sinkronisasi diperlukan dalam penyusunan RAPBN 2025, untuk menampung program pemerintahan baru dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

"Jadi di dalam proses penyusunan RAPBN 2025 tentu diperlukan suatu komunikasi koordinasi dan sinkronisasi agar di dalam RAPBN 2025 bisa menampung aspirasi program-program baru, namun tetap menjaga prinsip-prinsip kehati-hatian kredibilitas dan confidence dari berbagai stakeholder," ujarnya.

Lebih lanjut Menkeu itu mengapresiasi Gugus Tugas Prabowo-Gibran karena telah menjadikan Kemenkeu sebagai instansi pertama yang dikunjungi.

"Karena prosesnya begitu intens dan ini menyangkut pengelolaan APBN, maka sangat penting melakukan sinkronisasi, komunikasi dan koordinasi. Kami sangat berterima kasih menjadi institusi pertama yang dikunjungi gugus tugas sinkronisasi, sebab urgensi dari siklus anggaran jadi prioritas yang sangat penting," tuturnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya