Berita

Tecno/Net

Tekno

Tecno Bikin Ponsel dari Limbah Ampas Kopi

JUMAT, 31 MEI 2024 | 12:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Salah satu produsen ponsel pintar di bawah grup Transsion Holdings, Tecno, membuat inovasi baru dengan menghadirkan edisi khusus seri Camon 30 dengan cover belakang berbahan dasar limbah ampas kopi.

Ponsel edisi khusus tersebut merupakan hasil kerja sama antara Tecno dengan merek TV dan audio kelas atas Jerman, Loewe.

Dalam siaran persnya Tecno mengklaim seri Camon 30 edisi khusus ini menjadi ponsel pertama dengan sampul belakang yang terbuat dari ampas kopi.


"Jalur warnanya menampilkan warna hijau mencolok yang terinspirasi dari alam yang mencerminkan komitmen terhadap desain yang berkelanjutan dan bergaya," kata Tecno, seperti dikutip dari GSM Arena, Jumat (31/5).

"Desain gradiennya terinspirasi oleh siklus hidup daun alami dengan palet warna yang mewakili pertumbuhan dan kehidupan daun hijau," lanjutnya.

Tecno mengatakan desainnya adalah tentang alam, teknologi, dan mode yang bekerja secara harmonis demi kebaikan planet Bumi.

Sampul belakang Tecno Camon 30 edisi khusus ini terdiri dari 25 persen bahan berbasis bio, klaim yang disertifikasi oleh USDA.  Proses pembuatan bagian belakang ampas kopi tidak menggunakan pelarut organik, tidak memerlukan tambahan air, dan seluruhnya menggunakan tenaga surya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya