Berita

Peluncuran maskot dan jingle Pilkada Kota Bandar Lampung di Tugu Adipura, Enggal, Minggu (19/5)/istimewa

Nusantara

Jadikan Kera Maskot Pilkada Bandar Lampung, Tokoh Adat Desak KPU Minta Maaf

SENIN, 20 MEI 2024 | 05:15 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat Lampung mengkritik dan menyayangkan penggunaan hewan kera sebagai maskot Pilkada Kota Bandar Lampung 2024.

Penggunaan maskot dan jingle Pilkada Bandar Lampung ini diluncurkan oleh KPU Kota setempat bersama Wali Kota Eva Dwiana di Tugu Adipura, Minggu (19/5).

Ketua Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran, Farifki Zulkarnayen Arif (Gelar Suntan Junjungan Makhga) mengatakan, di masyarakat adat Lampung, kera atau monyet adalah sosok hewan yang rakus serta serakah.


"Dari zaman ke zaman, simbol-simbol binatang yang ada di adat Lampung tidak ada yang menggunakan hewan kera. Sekarang malah kera dipakaikan baju adat Lampung," katanya, dikutip Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (19/5).

Mewakili Punyimbang, Farifki Zulkarnayen mengaku sangat terhina baju (kawai) adat Lampung dipakaikan ke kera atau monyet. Menurutnya, hal itu sama saja menggambarkan bahwa jekhama (orang) Lampung adalah kera.

"Tidak pantas itu sebagai ikon untuk Pilkada. Saran saya diganti saja, janganlah seperti tidak tahu adat," kecamnya.

Dia melanjutkan, ada peribahasa Lampung dulu atau nasihat orang tua kepada anaknya yang bilang "Dang nikhu gegoh kekha" atau artinya jangan menirukan seperti kera.

"Kalau niatnya mau memperkenalkan wisata kera ya lain cerita nya. Ini ikon Pilkada, jekhema Lampung wat Fiil pesengikhi dipakai itu filsafat hidup kita sehari-hari. Harapan kami, KPU bisa meminta maaf kepada masyarakat Lampung," tegasnya.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Lampung, Alzier Dianis Thabranie. Menurutnya, masyarakat marah karena pakaian adat Lampung dipakaikan kepada kera yang filosofinya dianggap tidak baik.

"Pakaian adat dipakaikan ke kera, kera itu lambang keburukan, bukan lambang kemaslahatan. Sebagai orang Lampung, saya tidak terima," kata mantan Ketua Golkar Lampung tiga periode ini.

Dia meminta KPU Bandar Lampung menjelaskan alasan kenapa menggunakan kera sebagai maskot atau ikon Pilkada. Jangan sampai tidak ada penjelasan, karena masyarakat Lampung bisa semakin marah.

Bahkan, ormas Laskar Lampung telah melaporkan KPU Bandar Lampung ke Polda atas peluncuran maskot kera ini. Mereka berpendapat bahwa penggunaan kera termasuk pelecehan dan atau penghinaan terhadap masyarakat Lampung.

"Alasan bahwa kera atau monyet itu sudah mulai langka, tidak bisa dijadikan alasan pembenaran. Hewan itu juga bukan asli dari Lampung, maka tidak bisa dijadikan ikon," kata penasihat Hukum Laskar Lampung, Gunawan Pharrikesit.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya