Berita

Seorang tentara Taliban berjaga di depan reruntuhan patung Buddha berusia 1.500 tahun di Bamiyan, Afghanistan/Net

Dunia

Kelompok Bersenjata Afghanistan Tembak Turis di Tempat Wisata, 3 Warga Negara Spanyol Tewas

SABTU, 18 MEI 2024 | 15:03 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sejumlah pria bersenjata melakukan serangan brutal di Provinsi Bamiyan, Afghanistan tengah pada Jumat (17/5) malam waktu setempat.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, insiden tragis ini telah menewaskan empat warga negara asing, satu warga lokal, serta melukai tujuh lainnya.

"Empat warga negara asing dan tiga warga Afghanistan juga terluka dalam serangan pada hari Jumat ketika orang-orang bersenjata melepaskan tembakan," kata Juru Bicara Kementerian Abdul Mateen Qani.


Mengutip Aljazeera, Sabtu (18/5), Qani menegaskan bahwa pemerintah Taliban mengecam serangan brutal tersebut dan mengatakan empat tersangka telah ditangkap.

"Pemerintah Taliban mengutuk keras kejahatan ini, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban, dan memastikan bahwa semua pelaku akan ditemukan dan dihukum," ujar Qani dalam pernyataan resminya.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan larut malam itu. Namun, Kementerian Luar Negeri Spanyol telah mengkonfirmasi bahwa tiga dari korban tewas, dan satu korban luka adalah warga negara mereka.

Melalui media sosial, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengungkapkan keterkejutannya atas pembunuhan tragis yang menimpa warganya. Ia juga menyampaikan simpati dan menjanjikan dukungan konsuler kepada keluarga korban dan mereka yang terluka.

Selain itu, Uni Eropa juga turut mengutuk serangan di Bamiyan dalam pernyataan singkatnya, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mereka yang terluka.

"Pikiran kami tertuju pada keluarga dan orang-orang terkasih dari para korban yang kehilangan nyawa dan mereka yang terluka dalam serangan itu," ungkapnya.

Wilayah pegunungan Bamiyan, yang terkenal sebagai tujuan wisata utama Afghanistan dan rumah bagi situs Warisan Dunia UNESCO, dengan sisa-sisa dua patung Buddha raksasa yang dihancurkan Taliban pada tahun 2001, kini kembali menjadi sorotan akibat serangan mematikan ini.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada tahun 2021 Taliban berjanji untuk memulihkan keamanan dan menarik wisatawan. Namun, serangan terhadap turis ini kembali menjadi pukulan telak bagi Afghanistan yang semakin sulit memulihkan pariwisatanya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya