Berita

Ilustrasi/RMOL

Politik

Pilkada Jawa Tengah

Hendi, Sudaryono dan Taj Yasin Bersaing Ketat

JUMAT, 17 MEI 2024 | 07:48 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, berdasar survei Indeks Data Nasional (IDN), bersaing ketat dengan mantan Walikota Semarang yang kini Kepala LKPP, Hendrar Prihadi, dan Mantan Wagub 2018-2023, Taj Yasin Maimoen.

"Mas Hendi, Mas Daryono dan Gus Yasin, hingga kini bersaing ketat sebagai kandidat di Pilkada Jawa Tengah 2024," kata Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional (IDN), Syifak Muhammad Yus, saat merilis hasil survei di Kantornya, Mampang, Jakarta Selatan.

Ada 12 nama tokoh untuk segmen wong cilik yang masuk survei, yakni Ahmad Luthfi, Bambang Wuryanto, Casytha Arriwi Kathmandu, Dico Ganinduto, FX Hadi Rudyatmo, Hendrar Prihadi, Rustriningsih, Sudaryono, Sudirman Said, Taj Yasin Maimoen, Wihaji, dan Yusuf Chudlori.


Hendrar Prihadi memperoleh 19,6 persen, disusul Sudaryono 15,7 persen, Taj Yasin Maimoen 14,9 persen, Dico Ganinduto 9,9 persen, Yusuf Chudlori 9,2 persen, dan Ahmad Luthfi 8,6 persen.

Untuk segmen anak muda, tiga nama teratas yang muncul sama dengan segmen wong cilik, yakni Hendrar Prihadi 18,7 persen di posisi puncak, disusul Sudaryono 15,2 persen, Taj Yasin Maimoen 12,2 persen.

"Jadi tiga nama itulah yang bersaing ketat di segmen anak muda," urainya, seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng, Jumat (17/5).

Syifak juga mengatakan, sifat wong cilik dalam menentukan pilihan yang tertinggi adalah merakyat sebanyak 15,2 persen, berpengalaman sebanyak 13,4 persen, taat beragama 11,8 persen, dan memiliki kecerdasan 10,2 persen.

"Sedangkan pertimbangan wong cilik dalam menentukan pilihan yang tertinggi dilihat dari sosok calon gubernur sebanyak 21,5 persen, latar belakang agama 14,7 persen, dan latar belakang profesi 12,3 persen," katanya.

Sedangkan untuk kalangan anak muda, jujur dan bisa dipercaya menjadi tertinggi.

"Mas Hendi, Mas Daryono dan Gus Yasin bersaing ketat sebagai calon kandidat di pilkada Jawa Tengah 2024," tutup Syifak.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya