Berita

Gubernur Provinsi Guizhou, Li Bingiun saat ditemui awak media setelah acara Simposium Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan, Kebudayaan, dan Pariwisata Tiongkok (Guizhou)-Indonesia pada Selasa (14/5) di Hotel JW Marriot, Jakarta/RMOL

Bisnis

Bertemu Luhut, Gubernur Guizhou Berupaya Jajaki Kerja Sama Budaya dan Pariwisata

RABU, 15 MEI 2024 | 12:09 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Gubernur Provinsi Guizhou, Li Bingiun memuji potensi yang ada pada Indonesia sebagai salah satu negara besar di Asia Tenggara.

Menurut Li, alasan tersebut membuat wilayahnya tertarik untuk kembali menjajaki perluasan kerja sama dengan Indonesia dalam bidang ekonomi, perdagangan, budaya, dan pariwisata.

"Saat ini kita memang menjadikan Indonesia prioritas karena Indonesia populasi terbesar di ASEAN dan mitra yang paling penting untuk ASEAN,” kata Li kepada media, setelah acara Simposium Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan, Kebudayaan, dan Pariwisata Tiongkok (Guizhou)-Indonesia pada Selasa (14/5) di Hotel JW Marriot, Jakarta.


Dalam keterangannya, pihak Pemprov Guizhou, kata Li juga telah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan pada awal pekan ini untuk membahas kelanjutan dari kerja sama tersebut.

"Kami baru saja bertemu Menteri Luhut, dengan terwujudnya ini kita berharap kerja sama ini akan makin dalam dan makin luas lagi," kata Li, dikutip Rabu (15/5).

Menurut Li, saat ini pihaknya sangat menantikan kerja sama dengan Indonesia, yang merupakan mitra dagang terbesar ketiga di wilayahnya, dan mitra dagang terbesar di ASEAN.

“Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ketiga Guizhou dan mitra dagang terbesar di ASEAN. Kedua belah pihak terus berkembang di bidang kerja sama seperti kontrak proyek dan pengembangan mineral. Tingkat kerja sama terus meningkat, dan diharapkan dapat sepenuhnya melengkapi, mengintegrasikan, dan saling menguntungkan,” tuturnya.

Adapun dalam kesempatan tersebut, Gubernur Guizhou itu juga memaparkan potensi besar dari wilayahnya yang mencakup kekayaan alam, pariwisata, hingga budaya yang sangat bagus untuk dijajali kerja sama dengan Indonesia.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya