Berita

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno/Net

Politik

Pengamat: Kalau Butuh Profesional, Prabowo Bisa Pilih Eddy Soeparno jadi Menteri

JUMAT, 10 MEI 2024 | 16:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Amanat Nasional (PAN) dipastikan sudah menyiapkan nama-nama kader untuk diusulkan kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto dalam mengisi kursi kabinet.

Beberapa nama telah diungkapkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Di antaranya Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, Mantan Menteri PAN-RB Asman Abnur, anggota DPR RI Saleh Daulay, Eko Hendro Purnomo dan Yandri Susanto.

Soal siapa paling mungkin dipilih Prabowo sebagai anggota kabinet, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Aditya Perdana memandang pada prinsipnya PAN memiliki banyak kader dari berbagai latar belakang yang siap mengisi berbagai pos kementerian.


"Menurut saya sudah sangat layak Ketum PAN menyodorkan berbagai nama itu. Karena stok kadernya mumpuni," kata Aditya kepada wartawan, Jumat (10/5).

Namun Aditya meyakini Prabowo sebagai presiden terpilih akan memprioritaskan kader PAN yang memiliki reputasi sebagai profesional sekaligus memiliki rekam-jejak yang bersih sekaligus berintegritas.

Karena itu menurut Aditya, nama Eddy Soeparno memang layak menjadi kandidat karena sosoknya yang berasal dari kalangan profesional di bidang perbankan dan keuangan dengan pengalaman internasional yang juga mumpuni di sektor bisnis, energi, perdagangan ataupun industri.

Aditya yang juga Direktur Eksekutif Algoritma Research Center ini menyebut sosok Eddy Soeparno juga memiliki pengalaman sebagai legislator yakni sebagai pimpinan Komisi VII DPR RI yang memang spesifik dan linear dengan profesionalitasnya di bidang energi.

"Jadi menurut saya kalau Pak Prabowo menghendaki menteri dengan pengalaman profesional dan legislator yang mumpuni saya kira sudah tepat Eddy Soeparno menjadi salah satu nama yang diajukan oleh Ketum PAN," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya