Berita

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo/Net

Bisnis

BI Pastikan Cadangan Devisa RI Aman, Meski Turun Rp67 Triliun

KAMIS, 09 MEI 2024 | 12:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Cadangan devisa RI dipastikan aman. Meski mengalami sedikit penurunan, tetapi masih mencukupi lebih dari standar internasional.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan bahwa cadangan devisa setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor, atau berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Cadangan devisa kami itu jauh lebih tinggi dari ukuran IMF (International Monetary Fund). Sehingga 'kenapa penurunan cadangan devisa?', enggak usah gundah gulana, enggak usah insecure, ya memang wajarnya gitu," jelas Perry dalam media briefing, dikutip Kamis (9/5).


Perry menjelaskan bahwa cadangan devisa merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter dalam menstabilkan nilai tukar rupiah. Sehingga cadangan devisa akan naik pada saat terjadi inflow dan surplus neraca perdagangan.

Namun, cadangan devisa akan turun saat terjadi outflow dan saat BI melakukan stabilisasi nilai tukar.

"Memang kita kumpulkan waktu panen, sekarang terjadi outflow ya turun, tapi kami pastikan stoknya itu jauh lebih dari cukup dari yang kita perlukan," tegasnya.

Adapun dalam upaya menaikkan cadangan devisa BI sendiri telah berupaya mengerek suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6,25 persen pada akhir April 2024.

"Singkatnya, kami memperkirakan bahwa cadangan devisa akan kembali naik, yaitu dengan langkah kebijakan kemarin dan terjadi dari inflow, meskipun kami tahu bahwa ini nanti di triwulan II ini ada beberapa kenaikan demand, ya, baik dari korporasi maupun yang lain," jelas Perry.

Cadangan devisa RI sendiri tercatat berada di posisi 136,2 miliar dolar AS atau senilai Rp2.188 triliun per April 2024. Angka tersebut turun 4,2 miliar dolar AS (Rp67 triliun) dibandingkan cadangan pada Maret lalu sebesar 140,4 miliar dolar AS.

Meski demikian, BI memastikan bahwa cadangan tersebut akan tetap memadai, yang didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi nasional yang terjaga.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya