Berita

Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka/Net

Publika

Popularitas Jokowi dan Gibran Tetap Tinggi Tanpa PDIP

OLEH: ANDRE VINCENT WENAS
SENIN, 06 MEI 2024 | 23:11 WIB

JOKOWI dan Gibran tidak diakui lagi oleh partainya PDIP, apakah benar demikian?

Pernyataan tegas keluar dari mulut Komaruddin Watubun, Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP. Alasannya karena Jokowi dan Gibran berbeda sikap politik dengan PDIP.

Komaruddin Watubun bukan orang sembarangan, ia salah satu pengurus pusat, Ketua DPP PDIP.


Tapi tidak jelas (dan tidak tegas) bagaimana sebetulnya sikap Megawati dan/atau Puan Maharani perihal ini.

Keduanya hanya diam (atau mendiamkan saja). Padahal kita semua faham bahwa “pemilik” PDIP adalah Megawati, bukan Komaruddin Watubun yang hanya “petugas partai”.

Tapi lagi-lagi, ya lagi-lagi tapi, pernyataan Komaruddin Watubun itu disampaikan secara terbuka (dan dalam beberapa kesempatan, artinya bukan hanya sekali). Selama itu pula pernyataannya tidak pernah dibantah oleh sang “pemilik” PDIP.  

Apakah artinya disetujui? Bagaimana ini?

Ya nggak bagaimana-bagaimana. Biasa saja, atau paling tidak kita anggap saja sebagai hal yang lumrah dalam politik.

Politik diam (silence is golden) sedang dimainkan oleh Megawati, Puan, Jokowi dan Gibran. Sambil mengamati perkembangan politik yang memang dinamis dan cair sekali.

Jadi memang tidak perlu reaktif, baperan. Lagi pula tidak semua mesti ditanggapi. Sebentar-sebentar konperensi pers. Lihat saja bagaimana Jokowi dan Gibran dengan santai dan senyum saja saat ditanya wartawan soal pernyataan Komaruddin Watubun.

Jokowi cukup bilang “terima kasih” sambil senyum, dan Gibran jawab santai “enggak papa, dipecat ya enggak papa”. Sementara Megawati dan Puan masih bungkam soal ini. Hanya membiarkan, silahkan menafsirkan sendiri-sendiri.

Airlangga Hartarto yang angkat bicara, bilang bahwa Jokowi dan Gibran sudah jadi bagian dari keluarga besar Golkar. Begitu juga PAN yang pernah berseloroh tentang KTA Jokowi di PAN.

Malah PSI yang mendeklarasikan “PSI Partainya Jokowi”. Bahkan Kaesang Pangarep putra Jokowi adalah Ketua Umum PSI. Bahkan Gibran pernah berkunjung ke kantor DPP PSI pada siang hari saat pengambilan nomor urut paslon di KPU waktu itu.

Rupanya di luar PDIP, nama Jokowi (dan juga Gibran) menjadi “rebutan”. Semua meng-klaim Jokowi dan Gibran menjadi bagian dari partainya. Orang marketing bilang ini soal ‘brand-equity’. Nama Jokowi (dan Gibran) itu ada harganya.

Memang nama Jokowi tak bisa dilepaskan sebagai faktor penting kemenangan kubu 02 (Prabowo-Gibran). Popularitas Jokowi yang merambah jadi elektabilitas ternyata bukan omong kosong.

Segala upaya mediskreditkan Jokowi atau ‘black-campaign’ terhadapnya terbukti tidak mempan, bahkan back-fire (berbalik menghantam) si penyerang.

Adalah fakta bahwa wibawa Jokowi tetap terjaga terus, bahkan di masa-masa yang oleh media asing disebut sebagai periode bebek-lumpuh (lame-duck period).

Ini fenomena yang aneh (menurut media asing), tapi terjadi di Indonesia. Survey Prof. Burhan Muhtadi (Indikator) yang dirilis pada April 2024 masih menempatkan approval-rate Jokowi di angka 77,2 persen. Ini sangat tinggi.

Survey ini dilakukan setelah “pisah jalan dengan PDIP”, dan di masa akhir kepresidenannya. Tetapi ternyatalah approval-rate Jokowi tetap terjaga sangat tinggi.

Aneh? Tapi nyata.

Penulis adalah Direktur Eksekutif, Lembaga Kajian Strategis Perspektif (LKSP), Jakarta

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya