Berita

Al Akbar Rahmadillah/Ist

Publika

Solusi Serba Happy Starlink dan Indonesia

Oleh: Al Akbar Rahmadillah, ST*
JUMAT, 03 MEI 2024 | 13:13 WIB

STARLINK, perusahaan satelit besutan Elon Musk dengan reputasinya yang unggul dalam penyediaan kapasitas satelit, dalam waktu dekat akan beroperasi di Indonesia sangat berapi-api karena akhirnya mereka memproyeksikan dapat mengoptimalkan kapasitas satelitnya dengan masuk ke pasar Indonesia.

Dengan menggunakan skema bisnis manapun, apabila dapat beroperasi di Indonesia akan tetap menguntungkan bagi Starlink. Starlink cukup agresif untuk masuk ke Indonesia karena mereka sangat concern terhadap umur desain satelit Starlink yang singkat, sehingga waktu untuk Starlink masuk ke Indonesia menjadi komponen kritis terhadap perhitungan investasi Starlink secara global.

Di sisi lain Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Marves membuka keran investasi Starlink serta Kementerian Kesehatan berminat menggunakan Starlink untuk layanan kesehatan di Indonesia. Bagi pemerintah, Starlink diharapkan dapat memberikan akses internet ke titik-titik terpencil yang sulit terjangkau untuk mengatasi tantangan geografis di Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.


Kolaborasi Pemerintah

Pemerintah juga memiliki agenda lain dengan mendorong Starlink di Indonesia, dimana masuknya Starlink dapat menarik investasi Tesla dan pengembangan baterai listrik yang sama-sama dimiliki Elon Musk.

Namun Pemerintah Indonesia juga harus memahami pentingnya menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat untuk memastikan bahwa kehadiran Starlink tidak menghambat berkembangnya industri nasional untuk bersaing secara adil dan sehat. Dengan demikian, Pemerintah Indonesia perlu memastikan persaingan usaha yang sehat dan mencegah praktek monopoli atau dominasi pasar yang tidak sehat oleh Starlink yang ikut meramaikan industri telekomunikasi di Indonesia.

Starlink juga perlu mendukung dan memperkuat kapabilitas industri telekomunikasi nasional. Ini dapat dilakukan melalui transfer teknologi, pelatihan tenaga kerja lokal, dan kemitraan strategis dengan perusahaan nasional. Dengan cara ini, Starlink dapat menjadi mitra yang berkelanjutan bagi industri telekomunikasi Indonesia, meningkatkan kapabilitas teknis dan operasional sektor ini secara keseluruhan. Sehingga pada akhirnya investasi yang diterima Pemerintah tidak hanya secara langsung dari layanan Starlink, namun juga investasi bagi peningkatan kapabilitas industri nasional.

Dengan mengedepankan persaingan usaha yang sehat dan mendukung kapabilitas industri nasional, masuknya Starlink dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembangunan sektor telekomunikasi di Indonesia. Hal ini tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap layanan telekomunikasi, tetapi juga memberikan variasi layanan yang diberikan industri nasional melalui satelit Starlink.

Kehadiran Starlink di Indonesia wajib melalui kerjasama dengan penyelenggara lokal, dimana terjadi segregasi layanan antara Starlink yang menyediakan jaringan backhaul dan industri nasional yang memberikan layanan Starlink kepada masyarakat. Segregasi layanan akan menciptakan solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Pemerintah pun dapat merasakan manfaat dengan memastikan bahwa layanan internet di wilayah 3T terpenuhi dan melalui Starlink, Elon Musk dapat berinvestasi di Indonesia dan peningkatan pemasukan negara melalui pajak.

Kedatangan Starlink, Pemerintah Indonesia memiliki tanggung jawab dan peran yang sangat penting dalam memastikan masyarakat dapat mengakses layanan tersebut dengan baik, terutama pelayanan publik, pendidikan dan kesehatan. Untuk mencapai hal ini, pemerintah tidak hanya membuka karpet bagi Starlink namun juga perlu menyediakan anggaran yang memadai untuk kementerian dan lembaga terkait belanja layanan internet. Belanja dimaksud akan dibelanjakan melalui penyelenggara telekomunikasi nasional sehingga Pemerintah dapat memastikan bahwa akses internet tersedia bagi semua lapisan masyarakat. Dengan anggaran dimaksud dapat dialokasikan untuk memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga memainkan peran penting untuk mengambil langkah yang mengedepankan segregasi layanan dengan mendorong Starlink menjadi backhaul untuk melayani wilayah membutuhkan. Pemerintah juga dapat berperan dalam memfasilitasi kerja sama antara Starlink selaku penyedia backhaul dan penyedia layanan telekomunikasi nasional untuk memastikan integrasi dengan jaringan telekomunikasi yang ada. Melalui segregasi layanan antara Starlink dan penyelenggara telekomunikasi nasional, pemerintah dapat membawa manfaat besar bagi pembangunan ekonomi dan sosial di seluruh negeri, serta meningkatkan potensi pajak dari kerja sama Starlink dan penyelenggara nasional.

Pelayanan dan Investasi

Dalam memasuki pasar di Indonesia, Starlink harus memiliki komitmen untuk memberikan layanan internet dengan harga yang wajar dan adil. Seperti yang diketahui bahwa layanan Starlink di beberapa negara termasuk Amerika Serikat terbilang cukup tinggi, dimana harga layanan di Amerika Serikat ditaksir sebesar Rp2 juta, sedangkan Indonesia hanya sebesar Rp750 ribu. Starlink jangan melakukan permainan harga atau melakukan dumping harga yang tidak sehat demi mendapatkan pasar Indonesia.

Starlink wajib menjalin kemitraan yang adil dengan penyelenggara telekomunikasi nasional di di setiap wilayah. Pasalnya, banyak penyelenggara telekomunikasi nasional yang berminat membuka kerja sama dengan Starlink, khususnya di beberapa daerah yang memiliki tantangan geografis, namun secara modal kuat untuk membangun fasilitas pendukung Starlink.

Namun Starlink juga harus membantu pembangunan fasilitas pendukung seperti infrastruktur gateway di berbagai daerah dan menyediakan layanan pre-sales serta after-sales yang memadai. Kerjasama ini tidak hanya menguntungkan penyelenggara telekomunikasi nasional di berbagai daerah dalam memberikan variasi layanan satelit kepada masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dengan edukasi yang komprehensif tentang jenis layanan, manfaat, dan harga yang wajar atas investasi.

Manfaatnya bagi penyelenggara telekomunikasi nasional juga akan mendapatkan margin yang positif, meningkatkan lapangan kerja baru dan peningkatan pajak layanan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan menumbuhkan sektor telekomunikasi, mempercepat kemajuan digital dan sosial di Indonesia.

Dengan akses internet yang memadai, masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan yang penting, menghubungi layanan kesehatan jarak jauh, dan mengakses layanan publik secara online seperti pembayaran pajak, pendaftaran kendaraan, dan layanan administrasi lainnya. Ini membantu meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan, membawa manfaat yang besar bagi masyarakat sehingga peran pemerintah dalam menyediakan anggaran untuk hal tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa akses internet yang andal dan terjangkau tersedia bagi semua masyarakat, serta memperkuat sektor-sektor kunci seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan publik untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
 
 
*Penulis adalah Founder Sobat Cyber Indonesia


Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya