Berita

Ammer Qaddumi, mahasiswa tahun ketiga Universitas Texas Austin, AS ditangkap saat ikut serta dalam aksi protes pendukung Palestina/Net

Global

Total 534 Mahasiswa Pro-Palestina Ditangkap Kepolisian AS

MINGGU, 28 APRIL 2024 | 14:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gelombang protes mahasiswa pendukung Palestina di sejumlah kampus di Amerika Serikat terus meningkat, sejalan dengan aksi penangkapan terhadap pengunjuk rasa oleh pihak kepolisian.

Mengutip New York Times pada Minggu (29/4), tercatat sudah ada lebih dari 500 demonstran yang ditangkap dalam aksi protes anti-Israel di kampus-kampus AS sejak pertengahan April.

Dikatakan bahwa aksi unjuk rasa tersebut, yang sebagian besar dipimpin oleh mahasiswa, telah menyebar ke seluruh Amerika setelah sekitar 108 mahasiswa Universitas Columbia ditangkap oleh Kepolisian New York (NYPD).


Penangkapan terus berlanjut di berbagai institusi termasuk 44 mahasiswa Universitas Yale di New Haven, Connecticut; 93 orang di University of Southern California di Los Angeles; 118 di Universitas Emerson di Boston; 102 di Universitas Northeastern, juga di Boston; dan 69 di Arizona State University di Tempe.

Dari Washington hingga New York, mahasiswa Universitas New York mendirikan kamp solidaritas baru untuk Gaza setelah kamp mereka sebelumnya di Gold Plaza dibongkar oleh polisi.

Mahasiswa di Universitas Northwestern di Chicago, telah bergabung dalam kampanye aksi duduk progresif di dalam lembaga-lembaga ilmiah, menyerukan diakhirinya kerjasama berbagai administrasi universitas dengan Israel.

Konfrontasi baru antara polisi dan mahasiswa yang menentang perang Israel di Gaza telah memicu kekhawatiran tentang penggunaan metode kekerasan untuk menekan protes. Oleh karena itu, ketegangan meningkat sejak penangkapan puluhan orang di Universitas Columbia pekan lalu.

Aktivis melaporkan bahwa dalam dua hari terakhir, aparat penegak hukum, bertindak atas perintah administrasi perguruan tinggi, menggunakan senjata setrum listrik dan gas air mata terhadap mahasiswa demonstran di Universitas Emory di Atlanta, Georgia.

Sementara itu, polisi dengan perlengkapan anti huru-hara dan menunggang kuda membubarkan pengunjuk rasa di Universitas Texas di Austin.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya