Berita

Printer 3D Raksasa/Net

Tekno

Amerika Ciptakan Printer 3D Raksasa, Bisa Bangun Rumah hanya 80 Jam

JUMAT, 26 APRIL 2024 | 14:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para peneliti di University of Maine, Amerika Serikat, berhasil menciptakan sebuah printer 3D polimer terbesar di dunia yang diklaim mampu membangun sebuah rumah hanya dalam waktu sekitar tiga hari.

Printer baru yang diberi nama Factory of the Future 1.0 (FoF 1.0) ini dapat mencetak objek berukuran panjang 96 kaki, lebar 32 kaki, dan tinggi 18 kaki. Secara relatif, ini juga cukup cepat karena dapat mencetak hingga 500 pon per jam, layaknya mempekerjakan tiga orang setiap jam.

Dikutip dari Associated Press, Jumat (26/4), printer raksasa yang diluncurkan pada Selasa (23/4) tersebut dapat secara dinamis beralih di antara teknik pencetakan untuk menyesuaikan berbagai aspek pekerjaan kompleks. Benda tersebut dapat beralih antara manufaktur aditif skala besar, manufaktur subtraktif, penempatan pita kontinu, dan pengoperasian lengan robot.


Teknologi-teknologi ini membuat printer tersebut cocok untuk sejumlah industri, termasuk perumahan, infrastruktur, dan pengembangan kendaraan militer.

Direktur Pusat Struktur dan Komposit Lanjutan di Universitas dari Maine, Habib Dagher, mengatakan, sebagian besar bahan yang dihasilkannya dapat didaur ulang.

"Jadi, pada dasarnya Anda dapat mendekonstruksinya. Printer mengutamakan material biobased, seperti sisa kayu," katanya.

Teknologi ini sepertinya merupakan cara yang bagus untuk membangun banyak perumahan terjangkau dengan cepat dan itulah yang ada dalam pikiran beberapa pendukungnya.

“Maine membutuhkan sekitar 80.000 rumah tambahan pada tahun 2030, sebagian besar khusus untuk rumah tangga dengan pendapatan pada atau di bawah pendapatan median wilayah tersebut,” kata Mark Wiesendanger, Direktur Pengembangan MaineHousing.

“Upaya ini menciptakan cara lain untuk memproduksi perumahan berkualitas dan terjangkau, sekaligus menurunkan biaya, dan menggunakan sisa kayu yang melimpah dari pabrik penggergajian di Maine," ujarnya.

AP berpendapat printer tersebut suatu hari nanti kemungkinan besar dapat menciptakan seluruh lingkungan, berkat spesifikasinya yang menunjukkan bahwa ia mampu membuat rumah sederhana satu lantai dalam waktu sekitar 80 jam.

Peneliti UMaine menerima dana dari Korps Insinyur Angkatan Darat, Departemen Pertahanan dan Departemen Energi. Institusi-institusi pemerintah ini menginginkan laba atas investasi mereka, sehingga printer ini kemungkinan juga akan digunakan untuk membuat kapal ringan yang dapat digunakan dengan cepat, seperti kapal selam dan kendaraan maritim lainnya.

FoF 1.0 memiliki printer saudara di kampus UMaine, yang sebelumnya merupakan pemegang rekor printer 3D terbesar di dunia. Ini sudah digunakan untuk memproduksi rumah keluarga tunggal seluas 600 kaki persegi yang terbuat dari serat kayu dan bahan bioresin. Namun printer baru ini berukuran empat kali lipatnya.

Untungnya, kedua model tersebut ditempatkan di lokasi yang sama dan dapat mengerjakan aspek berbeda dari proyek yang sama secara bersamaan.

University of Maine akan segera membangun laboratorium penelitian baru yang disebut Pabrik Masa Depan Rekayasa dan Material Ramah Lingkungan (GEM). Ini akan menjadi rumah baru bagi kedua percetakan tersebut, dengan tujuan utama untuk memfasilitasi dan meningkatkan praktik manufaktur yang lebih berkelanjutan.

Kemungkinan juga akan menampung printer yang lebih besar di masa depan.

“Kami belajar dari hal ini untuk merancang yang berikutnya,” kata Dagher.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya