Berita

Balai Kota DKI Jakarta/Net

Politik

3 Politikus Kebon Sirih Dicurigai Cawe-cawe Jabatan Kadis

KAMIS, 25 APRIL 2024 | 09:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tiga politikus Kebon Sirih dicurigai cawe-cawe dalam lelang jabatan di Pemprov DKI Jakarta. Mereka diduga memaksakan agar calon jagoannya bisa menduduki posisi strategis meski passing grade-nya kalah moncer.

"Dugaan adanya intervensi anggota DPRD Jakarta akan mengurangi transparansi dalam proses seleksi dan penempatan jabatan," kata Direktur Komunikasi Politik Lembaga 2Indos, Syurya M. Nur dalam keterangannya, Kamis (25/4).

"Karena keputusan mungkin dibuat di luar mekanisme yang jelas dan terbuka untuk umum," sambungnya.


Menurut Syurya yang juga akademisi Universitas Esa Unggul Jakarta ini, intervensi politikus dalam jabatan publik dapat merusak sistem rekrutmen birokrasi.

"Sebab menempatkan kepentingan politik di atas kebutuhan akan kualifikasi dan kompetensi dalam pengisian jabatan, menghasilkan pemerintahan yang kurang efektif dan profesional," kata Syurya.

Lebih lanjut Syurya menjelaskan, proses seleksi ataupun penempatan jabatan yang terpengaruh oleh intervensi politik dapat mengurangi integritas institusi pemerintah daerah.

"Pasalnya akan menciptakan citra bahwa penempatan jabatan didasarkan pada pertimbangan politik daripada merit sistem itu sendiri," kata Syurya.

Selain itu, Syurya mengingatkan bahwa intervensi politik  berpotensi meningkatkan risiko korupsi.

"Karena keputusan dapat dipengaruhi oleh pertukaran politik atau imbalan pribadi daripada pertimbangan objektif," kata Syurya.

Ia menerangkan adanya intervensi berupa pejabat titipan dalam penempatan pejabat yang tidak berkualitas atau tidak kompeten karena intervensi politik dapat mengganggu pelayanan publik yang efektif dan efisien.

"Jelas ini akan mempengaruhi kualitas hidup masyarakat dan praktik intervensi politik dalam pengisian jabatan dapat menimbulkan ketidakpuasan masyarakat," kata Syurya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya