Berita

Gambar ini dirilis oleh CNA pada Selasa, 22 April 2024 menunjukkan bebatuan dan puing-puing berjatuhan menutupi rel kereta api di sebelah jalan raya Suhua setelah gempa berkekuatan 5,5 skala magnitudo/Net

Dunia

Taiwan Dilanda Banyak Gempa, Paling Kuat 6,3 Magnitudo

SELASA, 23 APRIL 2024 | 08:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ibu Kota Taiwan, Taipei dilanda serangkaian gempa bumi sepanjang malam hingga Selasa dini hari (23/4).

Badan Cuaca Pusat Taiwan mengatakan gempa pertama berkekutan 5,5 magnitudo terjadi Senin sore (22/4) pukul 17.08 waktu setempat dan berpusat di Hualen Timur, tetapi guncangannya terasa hingga Taipei.

Kemudian disusul oleh serangkaian gempa dengan dua guncangan hebat yang terjadi satu demi satu hingga yang paling kuat sebesar 6,3 magnitudo terjadi Selasa pagi (23/4) sekitar pukul 02.30.


"Gempa berkekuatan 6,0 terjadi pada pukul 02.26 dini hari, diikuti enam menit kemudian oleh gempa berkekuatan 6,3 magnitudo," ungkap badan tersebut, seperti dimuat AFP.

Belasan gempa lebih kecil dicatat oleh Badan Cuaca Pusat sepanjang sisa malam itu. Gempa baru terasa setiap beberapa menit dan semuanya terjadi di wilayah Hualien.

Sementara itu, laporan Survei Geologi AS menyebutkan gempa pertama berkekuatan 6,1 magnitudo, disusul gempa berkekuatan 6,0 magnitudo.

“Saya sedang mencuci tangan, dan tiba-tiba merasakan pusing. Saya kira saya vertigo,” ujar Olivier Bonifacio, seorang turis yang tinggal di distrik Da’an di Taipei.

Da'an kemudian masuk kekamar dan melihat gedung berguncang dan meja berderit. Dia juga merasakan beberapa gempa susulan lagi.

Pagi hari ini, pemadam kebakaran Hualien mengatakan bahwa tim telah dikirim untuk memeriksa bencana apa pun akibat gempa baru tersebut.

Pada pukul 02.54, mereka mengeluarkan pernyataan yang mengatakan belum ada korban jiwa yang dilaporkan.

Ini bukan pertama kalinya Hualien terkena gempa. Pada 3 April lalu, wilayah ini dilanda gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengakibatkan tanah longsor, menutup jalan-jalan di sekitar wilayah pegunungan dan merusak bangunan pariwisata.

Setidaknya 17 orang tewas dalam gempa tersebut, dengan jenazah terakhir ditemukan di sebuah tambang pada 13 April.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya