Berita

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher/Net

Politik

Komisi IX DPR Minta Pemerintah Jangan Membisu Ada 249 Nakes Dipecat

SABTU, 20 APRIL 2024 | 12:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemecatan 249 tenaga kesehatan (Nakes) di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) gara-gara menggelar aksi demo tidak bisa dipandang sebelah mata oleh pemerintah.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher secara tegas meminta pemerintah mencari solusi atas pemecatan oleh Bupati Manggarai, Hery Nabit. Apalagi latar belakang pemecatan dilakukan usai ratusan nakes menuntut kenaikan gaji.

"Pemecatan nakes usai demonstrasi ini menunjukkan pemerintah antikritik serta tak menghargai kontribusi nakes dalam menjaga kesehatan nasional," tegas Netty dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/4).


Peristiwa ini harus menjadi alarm bagi pemerintah pusat. Sebab jika dibiarkan, publik akan menganggap adanya pembiaran kesewenang-wenangan pemerintah daerah.

“Pemerintah pusat tidak boleh bungkam. Apalagi yang dituntut oleh nakes ini merupakan hal yang wajar dan seharusnya mereka dapatkan," tegas Netty.

Atas dasar itu, Netty meminta pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan menjembatani Pemda Manggarai dan nakes yang dipecat untuk mencari solusi bersama.

"Jika tidak, ini akan menjadi preseden buruk atas kebebasan bersuara, terutama dari para nakes yang bekerja di bawah pemda langsung. Nakes adalah aset negara yang telah memberikan kontribusi besar dalam pelayanan kesehatan," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya