Berita

Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar, Christina Aryani/Ist

Politik

Deeskalasi Konflik Timur Tengah, Christina: Langkah Pemerintah Sudah Tepat

RABU, 17 APRIL 2024 | 14:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR menyambut baik diplomasi pemerintah Indonesia yang mendorong deeskalasi pasca serangan balasan Iran terhadap Israel yang berdampak pada potensi konflik di Timur Tengah.

“Upaya diplomasi serta deeskalasi yang dilakukan pemerintah sudah tepat,” kata anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar, Christina Aryani, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/4).

Menurutnya, dorongan Indonesia agar semua pihak menahan diri, baik disampaikan langsung maupun melalui organisasi internasional, menunjukkan kepedulian dan keprihatinan atas konflik serta ancaman yang tengah terjadi.


“Indonesia tidak pernah menyetujui cara-cara kekerasan sebagai solusi menyelesaikan masalah, dan senantiasa mengupayakan perdamaian sebagai jalan keluar,” katanya.

Ke depan, kata Ketua DPP Partai Golkar itu, penyelesaian konflik melibatkan peran 'penengah' juga perlu untuk diupayakan. PBB pun sudah menyampaikan bahwa dunia tidak mampu menanggung lebih banyak perang.

“Imbas perang Ukraina dan Rusia serta situasi konflik di Gaza masih terus membayangi dunia internasional,” katanya lagi.

Menurut Christina, Indonesia sepenuhnya menyadari, tidak akan ada yang diuntungkan dengan situasi kawasan yang memanas, sehingga penting mendorong pengendalian diri para pihak yang bersitegang.
 
Di luar upaya diplomasi, Christina menyatakan, Pemerintah Indonesia juga tengah menyiapkan langkah kombinasi terukur untuk merespon dampak ekonomi akibat konflik.

“Ini tentu tidak kalah penting, mengingat kenaikan harga minyak akan membawa konsekuensi pada melonjaknya subsidi dan kompensasi BBM serta elpiji,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyerukan agar semua pihak yang berseteru di Timur Tengah agar menahan diri. Harapan itu disampaikan saat berbicara per telepon dengan Menlu Iran, Hossein Amir-Abdollahian, Senin (15/4).

Retno juga telah berbicara dengan mitra-mitra di Arab Saudi, Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Turki, Belanda, dan Jerman, mendesak negara-negara itu menggunakan pengaruhnya meredakan ketegangan di kawasan, menyusul memanasnya konflik Iran-Israel.

“Kita khawatir melihat perkembangan situasi di Timur Tengah, dan kita yakin eskalasi tidak akan membawa manfaat bagi siapa pun,” kata Retno, usai rapat tertutup merespons konflik itu, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/4).

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya