Berita

Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan dan Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani/Net

Global

Di Forum DK PBB, Israel dan Iran Saling Lempar Kesalahan

SENIN, 15 APRIL 2024 | 15:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aksi saling tuding antara Israel dan Iran berlangsung selama rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada Minggu (14/4).

Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan menyebut serangan udara yang diluncurkan Sabtu malam (13/4), mencerminkan ambisi Iran sebagai negara pendukung tindakan teror dan kekerasan.

"Maskernya dilepas. Iran, sponsor teror nomor satu di dunia, telah memperlihatkan wajah sebenarnya sebagai pengganggu stabilitas kawasan dan dunia,” ujarnya, seperti dimuat AFP.


Erdan meminta Dewan Keamanan untuk menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris dan menerapkan sanksi untuk Iran sebelum terlambat.

Ia merujuk pada mekanisme “snapback” yang memungkinkan negara-negara anggota perjanjian nuklir Iran tahun 2015  menerapkan kembali sanksi internasional terhadap Teheran.

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menegaskan bahwa negaranya menyerang Israel sebagai bagian dari haknya dalam membela diri.

Menurut Iravani, tindakan tegas Iran juga tidak lepas dari kegagalan DK PBB dalam tugasnya menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

"Teheran tidak punya pilihan selain membalas. Kami tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut, tetapi siap menanggapi ancaman atau agresi apapun," tegasnya.

Lebih lanjut, Dubes Iran mendesak DK PBB agar mengambil langkah-langkah konkret untuk mendukung tindakan brutal yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.

"DK PBB harus mengambil langkah-langkah mendesak dan menghukum untuk memaksa rezim ini menghentikan genosida terhadap rakyat Gaza," tambah Iravani.

Iran melancarkan serangan langsung terhadap musuh bebuyutan Israel untuk pertama kalinya pada Sabtu (13/4).

Lebih dari 300 rudal dan drone diluncurkan namun hampir semuanya dicegat oleh Israel dan negara lain, termasuk Amerika Serikat, Yordania, dan Inggris.

Serangan Iran ditujukan sebagai respons terhadap serangan udara mematikan yang dilakukan IDF di gedung konsulat Teheran di ibu kota Suriah, Damaskus yang menewaskan tujuh Garda Revolusi Iran, termasuk dua jenderal senior.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya