Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Bukan Demokrat, Golkar Lebih Layak Dapat Banyak Kursi Kabinet Prabowo-Gibran

SABTU, 13 APRIL 2024 | 18:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketimbang Partai Demokrat, Partai Golkar dinilai lebih layak mendapatkan kompensasi politik pasca Pilpres 2024, dengan mendapatkan lima kursi di pemerintahan Prabowo-Gibran kelak.

Begitu pandangan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin yang disampaikan dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (13/4).

Pandangan ini, merespon desas desus permintaan Partai Demokrat pada pasangan Prabowo-Gibran, yakni 5 kursi menteri kabinet.


“Susah Demokrat dapat 5 menteri. Yang lebih layak Golkar,” kata Ujang.

Menurut Ujang, Partai Golkar dinilai lebih banyak berkontribusi terhadap pemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, karena menjadi partai pemenang kedua Pemilu 2024.

Selain itu, dari sekian banyak parpol pengusung Prabowo-Gibran, hanya Partai Golkar yang meraih kursi terbanyak di parlemen.

“Golkar lebih layak mendapat banyak kursi menteri, karena Golkar pemenang pemilu kedua. Dan memiliki kursi terbesar di antara partai-partai Koalisi Indonesia Maju,” demikian Ujang.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

UPDATE

Prabowo Harus Siapkan Langkah Antisipatif Ketahanan Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:59

Beckham Jawab Keraguan dengan Tampil Trengginas di GBK

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:48

Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU Imbas Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:28

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Wejangan Ray Dalio

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:45

Ketua DPD Dorong Pembangunan Fondasi Sepak Bola Lewat Kompetisi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:29

KPPU Denda 97 Pinjol Buntut Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:59

Purbaya Disentil Anas Urbaningrum Usai Nyemprot Ekonom Kritis

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:33

Serius Bahas PP Tunas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:18

Polri Didesak Audit Dugaan Aliran Dana Asing ke LSM

Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:59

Selengkapnya