Berita

Perdana Menteri Korea Selatan, Han Duk-soo/Net

Dunia

Kalah Telak di Pemilu Legislatif, PM Korea Selatan Siap Mundur dari Jabatan

KAMIS, 11 APRIL 2024 | 16:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Korea Selatan dari partai Partai Kekuatan Rakyat (PPP), Han Duk-soo mengaku siap mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas kekalahan partainya di pemilihan legislatif.

Mengutip kantor berita Yonhap pada Kamis (11/4), Han telah mengajukan pengunduran dirinya dan menerima kekalahan bahwa partai oposisi terbesar yakni Partai Demokrat (DP) berhasil meraih mayoritas kursi di Majelis Nasional.

"Saya meminta maaf kepada orang-orang atas nama partai kami, yang gagal menerima dukungan masyarakat,” Ujar Han kepada wartawan di Seoul, seperti dimuat The Guardian.


Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol juga dengan rendah hati menerima hasil pemilu tersebut dan berjanji untuk mereformasi urusan negara.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara, partai oposisi DP meraih 161 dari 254 kursi yang diperebutkan secara langsung, sedangkan PPP meraih 90 kursi.

Dengan memasukkan kursi perwakilan proporsional, DP dan partai satelitnya memperoleh 175 kursi dan PPP serta partai satelitnya memperoleh 108 kursi.

Hasilnya berarti pihak oposisi gagal mendapatkan mayoritas super di dua pertiga dari 300 kursi, sebuah skenario yang memungkinkan mereka memblokir veto presiden dan pengesahan amandemen konstitusi.

Kendati demikian kemenangan DP tetap mampu memperlemah kekuasaan Yoon yang kini tersisa tiga tahun lagi.

Bahkan lawan politiknya yakni  Lee Jae-myung diprediksi mampu menyingkirkan Yoon di pemilihan presiden tahun 2027, setelah partainya menguasai sebagian besar parlemen.

Sejak dilantik Mei 2022, Presiden Yoon dinilai gagal melaksanakan janjinya untuk memotong pajak, meringankan peraturan bisnis dan memperluas dukungan keluarga di masyarakat dengan penuaan tercepat di dunia.

Seorang profesor di Hankuk University of Foreign Studies, Mason Richey menilai Yoon mungkin akan lebih fokus pada agenda luar negerinya, meskipun rencana tersebut juga bisa berisiko jika oposisi berusaha memotong anggaran yang mayoritas anggotanya.

“Mengingat kemungkinan statusnya lemah, godaan bagi Yoon adalah fokus pada kebijakan luar negeri di mana dia masih memiliki kekuasaan hukum,” ujar Richey.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya