Berita

PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU)/Net

Bisnis

Meroket 63 Persen, TRGU Kantongi Pendapatan Rp 5,87 Triliun

SELASA, 09 APRIL 2024 | 12:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produsen tepung olahan gandum, PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) membukukan pendapatannya yang melonjak sebesar 63 persen sepanjang 2023.

Manajemen perusahaan yang didirikan pada 10 Agustus 2020 di Jakarta ini mengungkapkan bahwa pendapatan naik menjadi Rp 5,87 triliun dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp3,61 triliun.

Pendapatan tersebut diperoleh dari penjualan di dalam negeri sebesar Rp 5,73 triliun dan ekspor Rp 111,93 miliar.


Penjualan tepung terigu memberi kontribusi sebesar 52 persen, sedangkan penjualan bahan pakan ternak berkontribusi sebesar 36 persen pada 2023.

Bisnis bahan pakan ternak ini baru dimulai di November 2022. Di awal memulai, pendapatan dari bisnis ini berkontribusi sekitar 10-20 persen.

Direktur Utama Cerestar Indonesia, Indra Irawan, dalam keterangan pers yang dikutip Selasa (9/4) mengatakan, bahwa kerja keras seluruh jajaran karyawan telah membuahkan pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan.

"Penjualan tepung terigu Perseroan yang terus meningkat, ditambah penjualan produk bahan pakan ternak yang juga terus bertumbuh ini memberikan harapan, bahwa kinerja TRGU akan dapat terus berkesinambungan," katanya.

Ia mengungkapkan, dari 100 persen gandum yang diolah, mampu menghasilkan 78- 80 persen tepung terigu. Sisanya sekitar 20- 22 persen dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak (Bran & Pollard).

"Dengan demikian, tidak ada limbah yang terbuang sia-sia,” tambahnya.

Dalam laporan keuangan disebutkan bahwa beban pokok penjualan meningkat dari Rp3,32 triliun, menjadi Rp5,66 triliun di tahun 2023.

Laba kotor tercatat sebesar Rp216,34 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yang Rp290,64 miliar.

Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp1,56 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yang Rp 49,69 miliar.

Perseroan juga telah memastikan ketersediaan produk yang didukung oleh keberadaan pabrik tepung terigu berkapasitas 1.600 MT/hari di Gresik, Jawa Timur.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya