Berita

Representative Image/Net

Bisnis

Jelang Lebaran Omzet Jasa Penitipan Hewan Bisa Capai 400 Persen

SELASA, 09 APRIL 2024 | 11:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Memasuki libur Lebaran 2024, sejumlah tempat penitipan hewan mendapatkan omzet besar hingga mencapai 400 persen pada periode ini.

Salah satu yang mendapatkan keuntungan tersebut yaitu toko penitipan dan produk hewan peliharaan Rimba Fitri yang berada di kawasan Pamulang.

Menurut pengakuan Fitri, imbas dari lebaran, banyak para pemudik yang menitipkan hewan peliharaan di atas 20 ekor, jumlah itu melesat tinggi dari biasanya yang hanya berkisar 5 ekor saja.


"Biasanya kalau lebaran bisa di atas 20 ekor sih kalau nitip, hari normal paling 5," ungkapnya.

Adapun peningkatan tinggi ini terjadi sekitar 3-4 hari menjelang lebaran dan akan langsung menurun setelah lebaran usai.

Meski demikian, kenaikan omzet tempat tersebut juga bersumber dari perbedaan harga yang dipasang menjelang lebaran, di mana pada periode ini harga penitipan per 1 hewan dibanderol seharga Rp50 ribu, atau meningkat dari yang hanya Rp45 ribu pada hari biasa.

"Beda sih harganya, kalau lebaran biasanya Rp50 ribu per hari, per ekornya. Kalau selain lebaran 45," jelasnya.

Dengan harga Rp50 ribu per hari, pelanggan sudah mendapat berbagai fasilitas untuk anabul seperti perawatan, pembersihan, dan makanan yang bergizi.

Fitri mengungkapkan bahwa tokonya, Rimba bisa memperoleh pendapatan hingga sekitar Rp5 juta per hari dari sekitar Rp 1 juta per hari pada hari normal dari bisnis tersebut.

Pada periode ini, pemudik biasanya banyak yang menitipkan hewan peliharaan ke tempat penitipan hewan sampai periode lebaran berakhir. Namun, banyak juga dari mereka yang lebih memilih membawa hewan peliharaannya untuk ikut mudik ke kampung halaman.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya