Berita

Tangkapan layar kelompok preman mengintimidasi dan membubarkan unjuk rasa di depan Mapolres Deli Serdang/Repro

Nusantara

Ikrimah Hamidy: Demi Marwah Polisi, Mabes Polri Harus Turun ke Polresta Deli Serdang

SENIN, 08 APRIL 2024 | 22:36 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Peristiwa pembubaran mahasiswa yang melakukan unjuk rasa oleh kelompok preman di depan Markas Polresta Deli Serdang beberapa waktu lalu tidak boleh dianggap sebagai kasus sepele. Sebab, hal ini dapat merusak marwah kepolisian di mata masyarakat.

Demikian disampaikan politisi Gerindra, Ikrimah Hamidy menanggapi beredarnya video aksi para preman membubarkan para pengunjuk rasa yang meminta polisi menindak lokasi perjudian di wilayah hukum Polresta Deli Serdang beberapa waktu lalu.

“Propam Polda Sumut harus turun menyelidiki kasus ini, bahkan Mabes Polri perlu memberikan perhatian serius,” katanya dilansir Kantor Berita Politik RMOLSumut, Senin (8/4).


Menurut Ikrimah, kasus perjudian menjadi salah satu hal yang sangat meresahkan masyarakat. Hal inilah yang mendorong munculnya bentuk-bentuk protes dan desakan agar pihak kepolisian melaksanakan tugasnya dalam menindak tempat-tempat perjudian tersebut.

“Di Deli Serdang, kasus judi dan narkoba juga sangat marak terjadi,” ungkapnya.

Tanpa adanya bentuk transparansi dari Propam Polda Sumut kepada masyarakat terkait aksi berani kelompok preman di depan Mapolresta Deli Serdang tersebut, menurutnya akan membuat marwah polisi jatuh. Saran Ikrimah, polisi harus menunjukkan wibawa dengan mengusut tuntas peristiwa itu.

“Demi menjaga marwah polisi, Mabes Polri harus turun dan menuntaskan kasus ini. Jangna biarkan seolah kepolisian berada dibawah ketiak preman dan juga akan muncul dugaan polisi turut menjadi beking kegiatan judi itu,” demikian Ikrimah Hamidy.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya