Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Celios: Judi Online Timbulkan Efek Kerusakan Ganda Ekonomi Sosial Masyarakat

SENIN, 08 APRIL 2024 | 20:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan timbulnya efek berganda (multiplier effect, akibat maraknya judi online yang tak bisa dihentikan pemerintah.  

Peneliti Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menjelaskan, uang yang beredar dari masyarakat untuk transaksi judi online tidak sedikit.

Dia juga mencatat data yang dirilis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2023, mencatat senilai 327 triliun uang masyarakat yang beredar untuk judi online.


Menurutnya, uang sebanyak itu menimbulkan kerugian yang serius, karena sebenarnya dana ratusan triliun bisa diolah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Kerugian ekonomi dan sosial dari judi online lebih besar dibandingkan dengan perputaran uang judi online itu sendiri. Bayangkan, berapa multiplier effect yang tercipta dari Rp 327 triliun apabila digunakan ke sektor produktif," ujar Huda kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/4).

Dia memandang, pemerintah mesti serius menghentikan kegiatan judi online di masyarakat, jika tidak ingin kerugian berganda terus terjadi.

Sebab, dia meyakini judi online bersifat candu atau membuat penasaran orang, sehingga uang yang dimiliki masyarakat bakal habis apabila terus dikeluarkan untuk taruhan, sementara kebutuhan utama potensi tidak terpenuhi.

"Besar sekali opportunity cost yang hilang dari uang judi online. Jadi ini masalah yang sangat serius dan tidak boleh lembek terhadap pelakunya," demikian Huda menambahkan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya