Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Fenomena Langka 70 Tahunan, Bumi akan Dilintasi Komet Setan

SABTU, 06 APRIL 2024 | 09:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dalam beberapa bulan ke depan, planet Bumi akan dilintasi sebuah benda angkasa berukuran raksasa yang dijuluki "Komet Setan” atau “Ibu Para Naga”.

Dikutip dari New Atlas, Jumat (5/4), komet yang dimaksud secara resmi diberi nama 12P/Pons-Brooks.

Julukan "Komet Setan" berasal dari foto-foto awal yang menunjukkan ledakan aktivitas yang membuatnya tampak seperti sepasang tanduk setan, sedangkan "Ibu Para Naga" diajukan oleh Badan Antariksa Eropa karena komet tersebut diduga merupakan induk dari hujan meteor tahunan kecil yang disebut kappa-Draconids.



12P/Pons-Brooks merupakan komet tipe Halley yang memiliki periode orbit dalam skala beberapa dekade. Benda ruang angkasa tersebut kembali tata surya bagian dalam setiap 70 tahun sekali, terakhir melintasi Bumi adalah tahun 1954.

Dalam kunjungannya kali ini, "Komet Setan" akan melakukan perjalanan terdekatnya ke Matahari pada tanggal 21 April 2024, sebelum melakukan pendekatan terdekatnya ke Bumi pada tanggal 2 Juni, saat jaraknya sekitar 232 juta km (144 juta mil).

Jaraknya tidak terlalu dekat, namun  berkat ukuran “kepalanya” yang besar (sekitar 30 km , benda ini akan relatif terlihat terang.

Meskipun 12P/Pons-Brooks secara teknis dapat terlihat dengan mata telanjang, dipastikan penampakannya tidak akan maksimal seperti jika dilihat lewat teropong atau teleskop.

“Dilihat dengan mata telanjang, itu hanya akan terlihat sebagai gumpalan samar,” kata Jonti Horner dari Pusat Astrofisika di Universitas Southern Queensland.

“Jika Anda memiliki penglihatan yang sangat bagus, dan mengamati dari lokasi yang sangat gelap, Anda mungkin dapat melihat ekor komet tersebut, yang mengarah menjauhi Matahari - namun ini benar-benar komet yang unggul secara fotografis," ujarnya.

Menurut prediksi, komet 12P/Pons-Brooks akan mulai terlihat di Belahan Bumi Utara untuk kemudian terlihat di Belahan Bumi Selatan.

“Bagi orang-orang di belahan bumi utara, waktu terbaik untuk melihat komet ini adalah beberapa minggu ke depan ?" komet tersebut mengarah ke selatan di langit, dan semakin rendah di langit barat setelah matahari terbenam, sehingga, dari pertengahan garis lintang utara, kemungkinan besar akan hilang dalam cahaya senja pada akhir April,” kata Horner.

“Kesempatan yang sangat menarik untuk melihat sekilas komet tersebut akan terjadi saat gerhana matahari total di Amerika Utara pada tanggal 9 April," ujarnya.

Bagi pengamat di Belahan Bumi Selatan, kata Horner, orang-orang akan mulai dapat melihat komet rendah di langit barat sekitar pertengahan April.

“Suhunya akan sangat rendah sehingga Anda mungkin perlu menggunakan teropong untuk melihatnya, dan itu hanya akan terlihat setelah matahari benar-benar terbenam," katanya.

"Jadi jangan melihat sebelum matahari terbenam karena Anda tidak akan dapat melihat komet tersebut, dan Anda berisiko merusak penglihatan jika Anda akhirnya melihat Matahari melalui teropong!" tambahnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya