Berita

Ketua DPD PSI Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso/RMOLJabar

Politik

Ramaikan Pertarungan Pilwalkot Bogor, Sugeng Teguh Santoso Akan Maju Melalui PDIP

SABTU, 06 APRIL 2024 | 06:10 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Konstelasi Pilkada Kota Bogor semakin memanas dengan kemunculan berbagai tokoh yang akan maju sebagai bakal calon walikota. Mulai dari petahana, pengusaha, kader partai, hingga orang-orang dekat pejabat tinggi negara.

Termasuk salah satunya Ketua DPD PSI Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso (STS), yang siap untuk maju sebagai bakal calon walikota.

"Yang pasti saya akan ikut meramaikan ya (Pilwalkot), saya melihat banyak itu muncul-muncul baliho calon tuh. Masa saya kalah dengan mereka. Jadi saya akan meramaikan dan siap maju di Pilkada nanti," ungkap Sugeng Teguh Santoso, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (5/4).


Pria yang juga Ketua Indonesia Police Watch (IPW) ini menuturkan, maju sebagai calon walikota itu harus mencari partai untuk mengusungnya. Sebab, kata dia, saat ini PSI belum bisa mengusung dirinya. Karena hasil Pileg 2024 PSI hanya mendapat satu kursi, sehingga dirinya berencana akan mendaftar ke PDIP Kota Bogor.

"Kalau kita lihat dengan satu kursi yang didapat PSI, artinya masih kurang 9 kursi. Jadi saya akan mencari partai untuk mengusung saya, dan saya akan daftar ke PDI Perjuangan," terang Sugeng.

Dirinya beralasan mengapa memilih daftar ke PDIP. Yaitu karena menilai partai banteng moncong putih ini merupakan partai yang terbuka, partai yang demokratis, juga nasionalis. Kemudian, memiliki kursi yang cukup untuk mengusung calon Walikota Bogor.

"Saya daftar (ke PDIP) nanti setelah lebaran, karena kan waktu pendaftarannya sampai tanggal 20 April 2024. Jadi, sekarang yang sedang saya siapkan itu persyaratannya dulu," tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya