Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sidang PHPU Presiden dan Wakil Presiden 2024, di Ruang Sidang Utama Lantai 2 Gedung Mahkamah Konstitusi/RMOL

Politik

Diungkap Menkeu, Anggaran Bansos Kemensos 2024 Naik 0,02 Persen

JUMAT, 05 APRIL 2024 | 13:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kenaikan anggaran bantuan sosial (bansos) yang dialokasikan ke Kementerian Sosial (Kemnesos), diungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam Sidang Lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (5/4)

Sri Mulyani menjelaskan, anggaran bansos di Kemensos mengalami kenaikan yang tidak signifikan, karena hanya 0,02 persen dari total anggaran yang dialokasikan.

"Di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2024 tidak terdapat perubahan yang signifikan pada anggaran bantuan sosial yang dikelola Kementerian Sosial," ujar Ani, sapaan Sri Mulyani.


Ani merincikan, jumlah total anggaran bansos yang disediakan pemerintah untuk Kemensos, dari total anggaran perlindungan sosial (perlinsos) dipastikan tidak besar.

"Alokasi anggaran perlinsos yang sebesar Rp496,8 triliun, dilaksanakan oleh berbagai kementerian/lembaga (K/L), dan berasal dari badan anggaran atau bagian anggaran K/L maupun bagian anggaran bendahara umum negara serta transfer," kata Ani.

"(Alokasi sebesar) Rp75,6 triliun anggaran Kemensos disalurkan melalui program bansos yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Program bansos lainnya," sambungnya.

Adapun kenaikan angggaran bansos di Kemensos yang hanya 0,02 persen, disebutkan Ani untuk menjalankan program bansos lainnya.

"Belanja bansos selain PKH dan Kartu Sembako yang disalurkan Kemensos mengalami kenaikan Rp1,23 triliun, dikarenakan adanya kenaikan alokasi untuk bantuan makan lansia, bantuan untuk penyandang disabilitas, dan bantuan yatim piatu," demikian Ani.



Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya