Berita

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani/Ist

Politik

Amankan Kursi Ketua DPR, Puan Bakal Mediatori PDIP-Gerindra

MINGGU, 31 MARET 2024 | 17:06 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, bakal tampil sebagai mediator rekonsiliasi PDIP dan Gerindra, terutama jika banteng luluh dan akhirnya bergabung Koalisi Indonesia Maju edisi Prabowo-Gibran.

Pandangan itu disampaikan analis politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Dedi Kurnia Syah, terkait dugaan PDIP bakal bergabung dengan Gerindra.

Menurut Dedi, angket yang digaungkan PDIP kubu Ganjar mandek, lantaran di internal banteng ada dua faksi.


"Sebenarnya PDIP sudah terbaca tidak solid sejak awal, ada dua kubu, kubu Puan Maharani dan Prananda sedang berebut pengaruh," kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta, Minggu (31/3).

Kubu Puan, tambah Dedi, menunjukkan dukungan pada Jokowi dan Prabowo, dibanding ke Ganjar.

"Sebaliknya Prananda sangat loyal pada Ganjar. Sebab itu, angket akan mengalami kendala konsolidatif," katanya.

Terlepas dari itu, menurut Dedi, jika negosiasi PDIP dan Gerindra berlangsung, maka sosok yang menjadi mediator adalah Puan Maharani, karena berkepentingan menyelamatkan kursi parlemen.

"Puan akan jadi mediator antara Jokowi, Prabowo dan Megawati. Jadi, jika PDIP bergabung dengan Prabowo, sangat mungkin itu melalui Puan, dan Puan punya kepentingan, mempertahankan posisi ketua DPR," jelasnya.

Sebaliknya, jika PDIP tak gabung, Puan bisa gagal menduduki jabatan Ketua DPR RI periode 2024-2029.

"Jika PDIP gagal digiring ke Prabowo, besar kemungkinan Puan gagal juga menuju kursi pimpinan DPR, karena dari hitungan jumlah, PDIP minim dukungan," tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya