Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Militer Israel Gunakan Google Foto untuk Identifikasi Warga Sipil di Gaza

JUMAT, 29 MARET 2024 | 09:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak intelijen Israel dilaporkan telah menggunakan program pengenalan wajah yang canggih di Jalur Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Dikutip dari Digwatch, Jumat (29/3), program ini dibuat menggunakan teknologi dari Google Photos dan alat dari AI Korsight, sebuah perusahaan Israel yang didedikasikan untuk menciptakan teknologi pengenalan wajah terkemuka di industri untuk mengidentifikasi individu yang terkait dengan Hamas tanpa persetujuan mereka.

Menurut laporan, sistem pengenalan wajah yang dibuat secara paralel dengan operasi militer Israel di Gaza tersebut, beroperasi dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk platform media sosial, rekaman pengawasan, dan masukan dari tahanan Palestina.


Unit Israel 8200, unit intelijen utama, memainkan peran penting dalam mengidentifikasi target potensial melalui cara-cara ini.

Teknologi Corsight, yang dikenal karena klaimnya mampu mengidentifikasi secara akurat individu bahkan dengan kurang dari 50 persen wajah mereka terlihat, digunakan untuk membangun alat pengenalan wajah.

Dengan membangun pos pemeriksaan yang dilengkapi dengan kamera pengenalan wajah di sepanjang rute penting yang digunakan oleh Palestina untuk melarikan diri ke selatan, militer Israel bertujuan untuk memperluas basis data dan menentukan target potensial, menyusun daftar dari individu yang terkait dengan serangan 7 Oktober.

Meskipun tentara mengakui keterbatasan teknologi Corsight, terutama dalam gambar kasar atau wajah yang tidak jelas, kekhawatiran tetap ada atas kesalahan identifikasi.

Salah satu insiden semacam itu melibatkan penangkapan yang keliru terhadap penyair Palestina Mosab Abu Toha, yang menghadapi interogasi dan penahanan karena ditandai oleh sistem.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya