Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Ada Rp100 Triliun Potensi Likuiditas yang Belum Dimanfaatkan Bank untuk Kredit

KAMIS, 28 MARET 2024 | 08:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ada tiga risiko yang menghantui stabilitas sistem keuangan. Bank Indonesia memaparkan, ketiga risiko itu adalah; pertama, ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global akibat tak kunjung turunnya inflasi dan kebijakan suku bunga acuan di negara-negara maju. Kedua, risiko akibat perkembangan digitalisasi di sistem keuangan, dan ketiga risiko transisi ekonomi hijau.

Deputi Gubernur BI Juda Agung mengungkapkan, BI berupaya fokus untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dengan salah satu upayanya adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

"Untuk itu kebijakan makro diarahkan pro-stabilitas, (dan) makroprudensial diarahkan pro-pertumbuhan ekonomi,” katanya dalam pertemuan virtual pada peluncuran Kajian Stabilitas Keuangan (KSK), yang dikutip Kamis (28/3).


BI terus melakukan kebijakan makroprudensial yang pro-pertumbuhan ekonomi, seperti mendorong kredit yang seimbang dan optimal untuk memperkuat penyaluran kredit.

Dalam waktu dekat ini BI akan memperkuat implementasi kebijakan likuiditas makroprudensial dengan memaksimalkan insentif likuiditas yang tersedia. Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari Rp100 triliun potensi likuiditas yang belum dimanfaatkan bank untuk penyaluran kredit.

“Kami lihat sektor untuk kredit produktif sehingga insentif likuiditas diberi BI benar-benar dorong perekonomian nasional,” terangnya.

Menurutnya, penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan saat ini masih belum maksimal. Untuk itu BI tengah menyusun kebijakan makroprudensial berupa optimalisasi pembiayaan non tradisional dengan depankan aspek prudensial yang terjaga.

BI juga tengah memfinalisasi kebijakan Ketahanan dan Keamanan Siber (KKS) yang memuat penguatan tata kelola perbankan dari risiko siber, termasuk pencegahan ketika terjadi insiden penyerangan siber.

“Penanganan ketika insiden serangan cyber itu terjadi, termasuk mekanisme koordinasi otoritas dan industri serta monitoring dan pengawasannya,” katanya.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya