Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno saat ditemui selepas menghadiri acara buka puasa bersama Nahdlathul Ulama (NU) dan Kedutaan Besar India di Kantor Pengurus Besar NU di Jakarta pada Jumat, 22 Maret 2024/RMOL

Politik

Sandiaga Uno Masih Ingin PPP Lolos ke Senayan

JUMAT, 22 MARET 2024 | 20:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebagai partai tertua di Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diharapkan mampu terus mendampingi pemerintah dalam setiap kebijakan.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, selepas menghadiri acara buka puasa bersama Nahdlathul Ulama (NU) dan Kedutaan Besar India di Kantor Pengurus Besar NU di Jakarta pada Jumat (22/3).

PPP menelan pil pahit setelah gagal mendapatkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024.


Suara yang diperoleh partai berlambang Kabah ini mencapai 3,87 persen suara, namun masih berada di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Sandiaga menjelaskan bahwa PPP saat ini tengah berusaha mengajukan gugatan terhadap hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

"PPP ini tentunya sudah melewati proses tahapan dan sekarang sedang berjuang di MK," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Menurut Sandiaga, kehadiran PPP dalam pemerintah sangat dibutuhkan, mengingat partai ini merupakan yang tertua dan didirikan para ulama.

Dia mengatakan bahwa PPP masih ingin lolos ke Senayan dan berkontribusi bagi pembangunan serta moderasi beragama di Indonesia.

"Kita inginnya PPP tetap bisa berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia karena kita mendorong adanya persatuan ukhuwah Islamiyah wathoniya," pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya