Berita

Mahasiswa dan Pemuda Peduli Demokrasi (MPPD) berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI/Ist

Politik

Tak Selesaikan Masalah, Hak Angket cuma Ajang Kompromi Politik

RABU, 20 MARET 2024 | 09:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Demokrasi (MPPD) meminta semua pihak untuk menerima apapun yang menjadi keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terkait pemenang Pemilu 2024.

Semua pihak sepatutnya memberikan contoh dalam berdemokrasi sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.

“Percayakan semua hasil Pemilu 2024 kepada lembaga terkait yang menyelenggarakan Pemilu jika ada kecurangan laporkan saja dengan bukti-bukti yang ada bukan dengan memberikan statement tanpa didasari bukti," kata Koordinator MPPD Riswan dalam keterangannya, Rabu (20/3).


Riswan juga menyatakan pihaknya menolak hak angket DPR untuk menyelidiki dugaan kecurangan Pemilu 2024. Sebab menurutnya, hak angket hanya menjadi ajang kompromi politik dan cenderung tidak menyelesaikan masalah.

"Selain itu, hentikan isu pemakzulan karena tidak menjadi urgensi di tengah masyarakat Indonesia yang ditunggangi oleh kepentingan politik kelompok tertentu," pungkas Riswan.

Diketahui, pada Selasa kemarin (19/3), MPPD berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI dan KPU RI Jakarta Pusat. Mereka menolak DPR untuk mengajukan hak angket dan meminta semua pihak menerima apapun hasil Pemilu 2024.



Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya