Berita

Ilustrasi

Dunia

4 Penjaga Pantai China Masuki Perairan Terlarang Dekat Kinmen

SENIN, 18 MARET 2024 | 05:23 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Taiwan kembali meradang akibat ulah Republik Rakyat China (RRC) melanggar wilayah perairan mereka. Administrasi Penjaga Pantai Taiwan mengusir empat kapal Penjaga Pantai China yang tanpa izin memasuki wilayah lepas pantai Kinmen, sebuah pulau di bawah kendali Taiwan, hari Jumat (15/3) seperti dilansir Focus Taiwan.

Kehadiran kapal China itu, yang terdeteksi pada pukul 14.46 waktu setempat, memicu respons cepat dari kapal patroli Taiwan, yang memantau secara ketat dan mengeluarkan peringatan hingga kapal China mundur dari zona terlarang di sekitar Pulau Kinmen.

Menurut Focus Taiwan, Penjaga Pantai China awalnya bersikeras mengatakan bahwa patroli mereka dilakukan dalam batas-batas hukum, sekitar 3 hingga 3,2 mil laut di selatan Pulau Kinmen.


Sebelumnya pada hari Kamis (14/3), Taiwan dan China memulai misi penyelamatan bersama menyusul insiden terbaliknya kapal nelayan di dekat Kepulauan Kinmen Taiwan. Misi penyelamatan itu untuk menemukan dua awak kapal yang hilang.

Pihak Taiwan melaporkan, kapal nelayan yang membawa enam orang itu tenggelam sekitar 1,07 mil laut barat daya pulau Dongding sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Menurut Aljazeera, dua orang dipastikan tewas, sementara dua orang selamat berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian. Adapun dua lainnya menghilang.

Kawasan ini sensitif karena Kinmen terletak hanya 5 km atau 3 mil di lepas pantai timur China.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya