Berita

Pertemuan Dua Sesi 2024 yang diselenggarakan di Beijing selama sepuluh hari di bulan Maret 2024./AFP

Global

China Perketat Kontrol Digital Selama Pertemuan Dua Sesi

RABU, 13 MARET 2024 | 22:18 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Pemerintahan Partai Komunis China (PKC) mengetatkan pengawasan dunia digital ketika pertemuan Dua Sesi berlangsung di Beijing selama sepuluh hari pekan lalu. Aplikasi jaringan pribadi virtual atau Virtual Private Network (VPN) yang biasa digunakan untuk mengakses website dari luar China pun harus kesulitan untuk menghindari algortima penyensoran China.

Dibandingkan sebelumnya, pengamanan pertemuan Dua Sesi pekan lalu dinilai sebagai yang paling ketat. Hal ini menimbulkan spekulasi ada beberapa hal strategis dan sensitif yang menjadi topik pembicaraan yang dihadiri ribuan wakil dari seluruh penjuru negeri.

Pertemuan Dua Sesi adalah rapat pleno tahunan yang dihadiri Kongres Nasional Rakyat (NPC) yang merupakan organ kekuasaan negara tertinggi di China dan Konferensi Konsultasi Politik Rakyat China (CPPCC) yang merupakan lembaga penasihat politik Republik Rayat China. Lebih jauh, CPPCC adalah bagian inti dari PKC. Pertemuan Dua Sesi secara tradisional diselenggarakan di Pertemuan Agung Rakyat di Beijing.


Kepada AFP, salah seorang jurubicara penyedia perangkat lunak pemblokir firewall terkemuka menjelaskan, Beijing menjalankan sensor internet yang paling luas di dunia, sehingga pengguna web di Tiongkok daratan tidak dapat mengakses apa pun mulai dari Google hingga situs berita tanpa menggunakan VPN.

“Ada peningkatan sensor karena pertemuan politik di Tiongkok,” ujar perwakilan dari layanan Astrill yang berbasis di Liechtenstein kepada AFP. Astrill merupakan salah satu penyedia layanan VPN paling populer untuk orang asing di Tiongkok.

Penggunaan VPN tanpa izin pemerintah adalah ilegal di Tiongkok, begitu pula penggunaan perangkat lunak untuk mengakses situs web yang diblokir.

Namun, pekerja media dan diplomat pemerintah diizinkan mengakses situs web terlarang seperti X, yang sebelumnya bernama Twitter.

Selain pengamanan ketat di dunia digital, petugas keamanan berpatroli di jalan-jalan dengan anjing pelacak. Juga ada sukarelawan lanjut usia yang mengenakan ban lengan merah memantau pejalan kaki untuk mencari perilaku mencurigakan.

Raksasa media sosial Tiongkok, Weibo, juga dengan cepat memblokir topik-topik sensitif.

Semua tagar yang membahas keputusan Beijing untuk membatalkan konferensi pers tradisional perdana menteri negara tersebut dengan cepat dihapus dari hasil pencarian.

Dan satu lagi, rujukan terhadap kesengsaraan ekonomi Tiongkok yang menyatakan “anak-anak kelas menengah tidak mempunyai masa depan” juga dihilangkan.

Media dalam negeri Tiongkok dikendalikan oleh negara dan sensor media sosial yang meluas sering kali digunakan untuk menekan berita negatif atau liputan kritis.

AFP juga mengutip pidato Presiden Xi Jinping tahun lalu yang mengatakan kendali PKC terhadap internet telah “diperkuat”, dan sangat penting bagi negara untuk “mengatur dunia maya”.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya